benuanta.co.id, NUNUKAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,76 persen pada Juli 2025.
Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya harga-harga secara umum dalam setahun terakhir, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 107,33 menjadi 109,22.
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menjelaskan lonjakan inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,68 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,58 persen, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,84 persen.
Iskandar juga menambahkan bahwa kenaikan harga bahan pokok menjadi penyumbang utama inflasi. Beberapa komoditas yang memberikan andil besar antara lain: ikan bandeng, nasi dengan lauk, bawang merah, cabai rawit, dan emas perhiasan.
“Kelompok lain yang turut mengalami inflasi adalah, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (2,44%), Pendidikan (2,28%), Pakaian dan alas kaki (0,99%), dan Kesehatan (0,51%),” kata Iskandar, Jumat (1/8/2025).
Namun, tidak semua sektor mengalami inflasi. Empat kelompok pengeluaran justru mencatat deflasi, termasuk, Transportasi (deflasi terdalam sebesar 4,14%), Rekreasi, olahraga, dan budaya (2,51%), Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,19%), Peralatan dan perlengkapan rumah tangga (0,35%).
Dengan kontribusi terbesar datang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau (1,12%), inflasi tahunan di Nunukan menunjukkan bahwa biaya hidup masyarakat cenderung meningkat, terutama dalam urusan pangan dan konsumsi harian. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







