Pemkab Nunukan Dorong Optimalisasi Pengelolaan Keuangan BLUD lewat Bimtek SIPD e-BLUD

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

Untuk mendukung hal tersebut, digelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi SIPD e-BLUD yang diikuti oleh para pengelola BLUD di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB, pada Senin, 28 Juli 2025.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menyampaikan bahwa PPK-BLUD merupakan pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas dalam menerapkan praktik bisnis yang sehat, sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Dengan fleksibilitas ini, diharapkan perangkat daerah penyelenggara BLUD dapat lebih cepat dan tepat dalam menjawab kendala yang selama ini dihadapi dalam tata kelola keuangan.

Baca Juga :  Jelang Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Terpantau Sepi

“Untuk saat ini, di Kabupaten Nunukan telah ditetapkan sebanyak 17 unit pelaksana teknis di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB yang menerapkan PPK-BLUD. Terdiri dari RSUD Nunukan dan 16 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Nunukan,” kata Hermanus.

Pelaksanaan Bimtek ini menjadi sangat penting, khususnya bagi 16 Puskesmas yang baru menerapkan PPK-BLUD di tahun 2025 ini. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai proses penganggaran, penatausahaan, pertanggungjawaban, serta penyusunan laporan keuangan berbasis aplikasi SIPD e-BLUD.

Baca Juga :  Momen Arus Balik, Sat Polairud Nunukan Fokus Pengamanan Jalur Laut

“Melalui bimbingan teknis ini, kita belajar teknis pengelolaan dana BLUD yang sesuai dan sejalan dengan aturan yang berlaku. Ini penting agar pengelolaan keuangan BLUD ke depan lebih efektif, efisien, akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara BPKAD sebagai pembina keuangan BLUD dan Dinas Kesehatan P2KB sebagai pembina teknis, agar lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan penguatan sumber daya manusia pengelola BLUD. Pemerintah daerah, menurutnya, akan terus memberikan perhatian dalam aspek regulasi dan alokasi anggaran guna mewujudkan BLUD yang sehat dan berdaya saing.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Pasien di Hari Raya Idulfitri, RSUD Nunukan Tetap Siagakan Nakes 24 Jam

Hermanus berpesan agar seluruh peserta Bimtek mengikuti kegiatan ini dengan serius hingga akhir, guna memperoleh pengetahuan yang aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam sistem pengelolaan keuangan SIPD e-BLUD.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata kita bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *