NUNUKAN – Dampak Covid-19 masih dirasakan oleh petani rumput laut di Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Beban itu ditambah dengan harga jual rumput laut yang turun harga.
Zunaidi (32) merupakan salah satu petani rumput laut di jalan Lingkar Kelurahan Nunukan Selatan juga mengeluhkan harga rumput laut yang semakin hari tidak jelas harganya.
“Dulu sebelum adanya corona, harga rumput laut Rp 20 ribu per kilo, sekarang turun Rp 10 ribu bahkan sampai 8 ribu per kilo,” ungkapnya kepada benuanta.co.id.
Petani rumput laut lainnya Muhammad Anton (35) merupakan warga di jalan Tanjung Kelurahan Nunukan Timur mengatakan, ini bukan pertama kali harga jual beli rumput laut turun, sudah sering terjadi dari tahun sebelumnya dan untuk tahun ini dikarenakan adanya Covid-19 makanya rumput laut juga turun harganya dan dalam waktu lumayan lama.
“Biasanya harga jual beli rumput laut akan kembali stabil dalam hitungan seminggu dan minggu depannya naik lagi tapi sekarang harganya tetap murah padahal sudah berbulan-bulan,” ujar Anton.
Faktor cuaca akhir-akhir ini juga turut menurunkan kualitas rumput laut di Nunukan karena terserang penyakit.
“Gejalanya muncul bercak putih, belum di panen sudah hanyut terbawa arus,” kata Anton.
Petani rumput laut berharap kepada pemerintah agar kiranya bisa turun tangan untuk membantu meringankan beban bagi petani khususnya kami petani rumput laut Nunukan.
“Kondisi sekarang juga serba sulit, penghasilan kami juga pas-pasan. Mudah mudahan pemerintah mau memberikan bantuan kepada kami,” imbuhnya.
Dan mereka juga bertahap kepada dinas terkait agar segera terjun ke lapangan untuk mengontrol para pedagang rumput laut yang sering memainkan harga.(*)
Reporter: Nasrul
Editor: Ramli







