NUNUKAN – Beredarnya sebuah video dari sosial media YouTube dengan durasi 8:42 menit, dengan judul Pasca Dicaplok Malaysia Ribuan Pasukan Khusus TNI Serbu Batas RI-Malaysia, sempat membuat publik bertanya-tanya kebenarannya.
Melihat hal itu, Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si, memerintahkan Patop Satgas Lettu Ctp Abdul Masdar mengecek langsung di lapangan dan memastikan patok batas negara di Sebatik masih berada di tempatnya, dan tidak bergeser sedikitpun.
Sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan yang bertugas menjaga kedaulatan negara di perbatasan, yaitu dengan memastikan patok batas negara yang telah disepakati kedua negara RI-Malaysia tidak bergeser sedikitpun dari tempat semula, baik patok yang baru maupun patok yang lama.
Patok batas negara yang menjadi tanggung jawab Satgas Pamtas Yonif 623/BWU khususnya di Sebatik sebanyak 148 patok. Dalam pengecekan langsung oleh Patop Satgas bersama Wadan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Kapten Inf Priya Firmansyah, Pasi Intel Lettu Inf Burhan, Dan SSK I Kapten Inf Salim dan Batih SSK I Sertu Rubi, didapatkan fakta bahwa pemberitaan beberapa hari ini di media online YouTube dan media lainnya tidak benar adanya.
“Saya sudah perintahkan Perwira Topografi Satgas Pamtas Yonif 623/BWU untuk mengecek langsung di Sebatik dan tidak ada patok batas negara yang bergeser,” kata Yordania, Jumat (11/9/2020).
Dia menjelaskan, Satgas Pamtas Yonif 623/BWU baru saja menyelesaikan patroli patok di Sebatik dan tidak ada pencaplokan patok batas negara oleh pihak negara lain.
“Agar dalam membuat berita sesuai dengan fakta yang ada dan dicek di lapangan. Tanyakan kepada kami apabila ada berita yang meragukan tentang patok perbatasan di sepanjang perbatasan RI-Malaysia sektor timur di Kabupaten Nunukan,” tegasnya.
Selain itu, dalam kesempatan pengecekan langsung di lapangan, salah satunya di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kades Desa Seberang H. Hambali (54) mengatakan bahwa berita di YouTube dan media lainnya yang menyatakan ada patok batas negara telah dicaplok oleh Malaysia dan ada patok di Sebatik yang bergeser adalah tidak benar.
“Tidak ada patok batas negara yang bergeser di wilayah kami Sebatik Utara. Informasi yang beredar di media online, YouTube dan media lainnya adalah tidak benar,” ujarnya. (*)
Reporter Darmawan
Reporter : M. Yanudin







