Warga Bambangan Temukan Batu Mengapung Seberat 800 Gram saat Cari Kerang

NUNUKAN – Batu seberat 800 gram mengapung di permukaan air, ditemukan warga Desa Bambangan, RT 02. Jalan Ujang Mujaji, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, yakni Ujang Asri (56). Kejadian ini cukup menggemparkan warga sekitar.

Ujang Asri yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan, pada saat itu bersama teman-temannya dari Bambangan, mencari kerang untuk dijual. Untuk mencari kerang (pelilit) itu, mereka harus masuk ke wilayah Kabupaten Tanah Tidung (KTT), yakni Tana Lia, tepatnya di Pulau Papa atau Pulau Baru.

“Kami menemukan batu ini di hulu sungai, tepatnya di atas lumpur, namun saat melihat batu itu, kita tidak peduli. Lalu kami pergi lagi ke sungai yang satu melihat lagi batu yang sama, kita masih tidak peduli dengan batu itu. Kita masih melakukan perjalanan mencari kerang pas, ke tiga sungai yang kami singgah, ketemu lagi batu itu di pinggir sungai. Saya lempar batu itu ke sungai, ternyata batu itu terapung, dan saya ambil,” kata Ujang Asri, kepada benuanta.co.id, saat ditemui dirumah kediamannya, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga :  TP PKK Nunukan Gelar Bakti Sosial, Beri Santunan ke 100 Anak Yatim di Bulan Ramadan

Penasaran dengan batu yang sama dijumpai, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke awal dia menjumpai batu itu. Yakni dari sungai pertama dan kedua, namun sampai di sana sudah tidak menjumpai batu itu.

“Saya juga sempat menanyakan teman-teman, namun mereka juga tidak ketemu itu batu, kami jalan berjumlah 7 orang dengan 4 perahu, memasuki 3 sungai,” jelasnya.

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Banjir di Nunukan Berakhir, 4 Ribu Kepala Keluarga Dipastikan Terima Logistik

Ujang Asri sempat menanyakan ke teman-temannya apakah pernah melihat batu terapung di atas permukaan air itu, namun temanya tidak pernah melihat. Ujang Asri memperlihatkan batu itu dan akhirnya teman-temanya memintanya untuk disimpan dan dibawa pulang.

Dia menceritakan, batu yang mereka temukan itu yang dibawa pulang ke pulau Sebatik, tepatnya di Desa Bambangan. Namun saat perjalanan pulang, hujan lebat sekali, bercampur dengan petir. Batu itu yang ia masukkan ke dalam plastik. “Saya Ngepalou (meminta permohonan) jika betul-betul batu ini ada mukjizatnya, ia meminta untuk dicerahkan dan pada saat itu juga hujan itu berhenti, ombak pun tidak ada. Yang mana biasanya ombak itu pasti ada di daerah Tanjung Haus atau di Tanjung Bilas, tapi Alhamdulillah aman dan sampai lah kami di Kampung Bambangan,” bebernya.

Baca Juga :  Konsulat RI Tawau Bantu Pembuatan SBPK bagi Anak Pekerja Migran Indonesia

Saat ini Ujang Asri pun menyimpan batu tersebut di rumah. (*)

 

Reporter Darmawan

Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *