NUNUKAN – Setibanya Kunjungan Kerja (kunker) Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid SE MM, di Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku, disambut masyarakat dan beberapa anak-anak dengan mengenakan pakaian adat khas Dayak Agabak di depan gerbang pintu balai pertemuan Desa Kunyit, RT 02, Rabu (26/8) sekitar pukul 15.30 Wita.
Karena masih pandemi covid-19, Bupati dan rombongan tetap mematuhi protokol kesehatan, baik dari pencucian tangan, menggunakan masker, dan pengecekan suhu yang telah disiapkan.
Dalam rombongan Bupati juga terlihat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus dan Ketua DPRD Nunukan Hj. Rahma Leppa dan beberapa OPD di Kabupaten Nunukan. Kunjungan kerja (kunker) disambut antusias masyarakat setempat, para tamu undangan juga disajikan dengan tarian semajau.

Tarian Semajau ini juga digunakan untuk penyambutan tamu kehormatan bagi masyarakat Desa Kunyit. Di akhir acara, Bupati Laura menyerahkan buku yang berjudul “Tentang Laura” dengan 167 halaman, yang ia luncurkan tepat di hari kelahirannya, 10 Agustus 2020 lalu, dan genap usianya yang ke 35 tahun.
Buku yang berjudul Tentang Laura ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Asmin Laura Hafid, sejak saat masih kanak-kanak, masa-masa sekolah, membina rumah tangga, hingga perjalanan kariernya sampai saat ini menjadi Bupati Nunukan.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku, Darmono, Talak menyampaikan di hadapan Bupati Laura, bawah saat ini di desanya masih sulit mengakses jaringan telekomunikasi.
“Kami membutuhkan alat telekomunikasi, karena desa kami sangat sulit mendapatkan jaringan itu, kami juga membutuhkan jalan penghubung antara desa. Apa yang saya sampaikan ini agar dapat ditindaklanjuti oleh Bupati,” kata Darmono, Kamis (27/8/2020).
Dia juga menyadari bahwa di tengah pandemi covid-19 banyaknya kendala yang terjadi dalam pembangunan. Baik itu dari pertumbuhan perekonomian di tengah-tengah masyarakat, yang akan beradaptasi di tatanan kehidupan baru.

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid SE MM langsung menjawab harapan Kepala Desa Kunyit. Menurut Bupati, tujuan kunker bersama beberapa OPD langsung ke kecamatan, namun pertama yang dikunjungi adalah Sebuku. Apa yang telah disampaikan kepala desa itu juga telah masuk dalam Musrenbang, baik itu infrastrukttur seperti jalan kabupaten menuju ke desa-desa itu menjadi target pemerintah daerah.
“Dalam persoalan ini sebenernya tinggal uang saja, jadi jika kita nantinya punya cukup anggaran nanti akan kita alokasikan. Namun semuanya memang harus sesuai dengan makanisme yang ada, kita harus bisa mengikuti aturan seperti Musrenbang,” jelasnya.
Selain itu, untuk telekomunikasi sebenarnya bukan kewenangan pemerintah daerah (Pemda), namun menjadi tugas Pemda untuk memfasilitasi yang kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi hingga pusat. Dikatakan Laura, berdasarkan informasi yang ia terima dari Diskominfotik, telah berencana membangun beberapa tower, khususnya di wilayah pedalaman sekitar 90 tower yang telah disetujui oleh kementerian terkait.
Di sektor pendidikan,Kabupaten Nunukan mendapat anggaran dari Kementerian Pendidikan, baik itu adanya renovasi gedung atau Ruang Kelas Baru (RKB) yang terus ada peningkatan. “Pembangunan ini juga berkat kerja sama kita bersama pemerintah daerah dengan pusat,” ungkapnya.(*)
Reporter Darmawan
Editor: M. Yanudin







