benuanta.co.id, NUNUKAN– Kelalaian seorang calon penumpang nyaris berujung petaka di Pelabuhan Penyeberangan Feri Liang Bunyu, Sebatik Utara pada Ahad (11/1/2026) sekira pukul 14.00 Wita.
Kepala UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan Nunukan, Zainal mengatakan, insiden kebakaran itu terjadi di area parkiran pelabuhan pada keberangkatan terakhir Trip III.
“Kejadian ini terjadi ketika bensin yang dibawa penumpang menyambar api,” kata Zainal.
Dikatakannya, peristiwa itu bermula saat seorang calon penumpang kedapatan membawa dua jerigen bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin, masing-masing berkapasitas lima liter.
Pihak UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan sebenarnya telah memberikan peringatan keras terkait BBM yang termasuk barang berbahaya (dangerous goods) dilarang dibawa. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan.
Ketegangan memuncak saat petugas meminta penumpang tersebut menurunkan barang bawaannya.
“Karena jerigen terikat kuat dengan tas dan barang lainnya, pelaku nekat memutus tali ikatan menggunakan korek gas. Tindakan ceroboh ini memicu percikan api yang langsung menyambar bensin, sehingga api seketika membesar di area parkiran,” ungkapnya.
Beruntung, petugas pelabuhan dan bantuan masyarakat sekitar sigap sehingga api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas. Adapun bensin tersebut rencananya akan dibawa dari Sebatik menuju Nunukan.
Aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh kondisi kelangkaan BBM jenis bensin yang tengah melanda wilayah Kabupaten Nunukan.
“Kami telah menginstruksikan penguatan pengawasan di lapangan. Koordinasi dengan pihak UPP/Syahbandar, TNI, dan Polri akan ditingkatkan untuk memastikan keamanan area pelabuhan,” pungkasnya.
Pihak otoritas kembali mengimbau dengan keras kepada seluruh calon penumpang agar mematuhi aturan keselamatan dan tidak membawa barang-barang yang mudah terbakar demi keamanan bersama selama proses penyeberangan.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







