benuanta.co.id, TARAKAN – Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadan jatuh pada tanggal 18 Februari 2026 mendatang. Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab atau menghitung peredaran bulan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara (Kaltara), H. Syamsi Sarman mengatakan pada tanggal 18 Februari tinggi hilal terlihat relatif kecil bagi yang menggunakan metode ruqyatul hilal (melihat bulan).
“Memang untuk tinggi hilal pada waktu itu masih relatif kecil. Sehingga besar kemungkinan terjadi perbedaan (1 ramadan dengan pemerintah),” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) akan menetapkan 1 Ramadan pada tanggal 19 Februari karena tinggi hilal relatif kecil.
Dengan adanya perbedaan ini, Syamsi meminta masyarakat dapat tetap menjaga toleransi. Hal ini ditegaskan mengingat Muhammadiyah akan melakukan Salat Tarawih dan puasa lebih cepat.
“Ketentuannya sudah ada dan saya kira kita menyikapinya dengan tetap bertoleransi. Kemudian bagi yang belum tarawih ya pasti menghormati kita yang sudah tarawih,” ungkapnya.
Sementara itu, pihaknya juga telah menyiapkan jadwal-jadwal sepanjang Ramadan hingga Idulfitri. Terdapat kurang lebih 15 masjid Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Kota Tarakan untuk masyarakat yang .
“Ada di Juwata Laut, ada di daerah Mamburungan, ada di Pantai Amal juga ada (masjid Muhammadiyah). Tapi ya walaupun itu masjid Muhammadiyah, yang salat orang masyarakat umum. Kan nggak di periksa KTP-nya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







