Minyak Goreng Satu Harga di Nunukan Masih Wacana, Belum Diterapkan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Minyak Goreng satu harga Rp 14 ribu, hingga saat ini belum bisa diterapkan di Kabupaten Nunukan, karena pasokan minyak tersebut belum ada alias belum tersedia.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Sabri, ST., M, Si, menjelaskan minyak goreng satu harga yang diterapkan oleh pemerintah pusat seharga Rp 14 ribu hingga 31 Januari 2022, setelah itu terbit lagi Permendag nomor 6 dengan pembagian 3 kata gori yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, mulai dari Rp 11,5 ribu minyak goreng curah, sedangkan medium Rp 13,5 ribu dan premium Rp 14 ribu.

Baca Juga :  Kesbangpol Nunukan Mulai Tahapan Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera HUT RI ke-81

“Terkait pelaksanaan di Kabupaten Nunukan, untuk saat ini kita belum mendapatkan pasokan minyak goreng sudah 3 bulan,” kata Sabri kepada benuanta.co.id, Senin (7/2/2022).

Dia berharap ke pengiriman berikutnya Nunukan sudah bisa merasakan harga dari Permendag, namun dia juga akui hal tersebut bukanlah kewenangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Hal itu menjadi kewajiban produsen yang bekerja sama dengan badan pengelola dana perkebunan sawit.

Baca Juga :  10 Kecamatan Terdampak Banjir di Nunukan, BPBD Siaga Penuh

“Kita sudah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak agen yang ada di Nunukan, tidak hanya itu kitabjuga melakukan kordinasi dengan Pemerintah provinsi,” jelasnya.

Di Nunukan ada lima agen mereka dapat berkoordinasi dengan produsen agar bisa berkoordinasi dengan badan pengelola dana perkebunan sawit untuk mengikuti program tersebut.

Selain itu, kata Sabri banyak masyarakat menanyakan minyak goreng satu harga, yang menjadi perbincangan masyarakat.

Ibu rumah tangga, Nur mengatakan, sering mengikuti pemberitaan minyak goreng satu harga namun kenyataannya di Nunukan hingga saat ini belum ada minyak goreng satu harga semuanya di kisaran Rp 22 ribu per liter. Padahal dirinya sangat mengharapkan bisa merasakan nyaman minyak goreng satu harga di perbatasan.

Baca Juga :  Sukseskan Pemutakhiran Data Tunggal 2026, Pemkab Sinergi Bersama BPS Nunukan

“Mau gimana lagi, mau tidak mau kita tetap beli minyak goreng yang harga Rp 22 ribu. Saya juga berharap satu harga itu bisa dirasakan di Nunukan,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *