Lapak Luar Pasar Tenguyun Sudah Lama Dikeluhkan Pedagang, Pemkot Janji Lebih Tegas

benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah pedagang di Pasar Tenguyun mengeluhkan masih adanya aktivitas jual beli di luar area lapak yang telah disediakan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban pasar sekaligus memengaruhi jumlah pembeli yang masuk ke dalam area los resmi.

Salah satu pedagang Pasar Tenguyun, Mirnanawati, mengaku resah karena masih ada pedagang yang berjualan di luar area pasar meski tempat telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, keberadaan pedagang di luar pasar membuat kondisi pasar terlihat kurang tertata dan berpotensi merugikan pedagang yang sudah menempati lapak resmi.

“Kami ini sudah disediakan tempat, tapi masih ada yang jualan di luar, seolah-olah mereka lebih dulu ambil pelanggan,” ungkapnya, saat kunjungan sidak pasar Wali Kota bersama Forkopimda, Rabu (24/12/2025) lalu.

Ia menilai penataan lapak sebenarnya sudah cukup baik jika seluruh pedagang mau mengikuti aturan. Menurutnya, pasar akan terlihat lebih rapi dan nyaman jika seluruh aktivitas jual beli terpusat di dalam area yang telah disiapkan. “Kalau semuanya masuk ke lapak, pasar jadi lebih indah, tertib, dan enak dipandang,” katanya.

Baca Juga :  Anggaran THR Ditiadakan, Ratusan Petugas Kebersihan di Tarakan Kecewa

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya, Rian. Ia berharap seluruh pedagang bisa bersatu dan berjualan di dalam area los pasar agar suasana pasar kembali ramai seperti sebelumnya. Menurutnya, jika pedagang terpusat di satu tempat, pembeli juga akan lebih mudah memilih kebutuhan mereka.

“Kalau semua penjual masuk ke dalam los, pasar bisa lebih hidup, pembeli juga punya banyak pilihan,” ujarnya.

Rian menilai penataan pasar sejatinya sudah diatur dengan baik oleh pemerintah, sehingga tinggal kesadaran pedagang untuk mematuhinya. Ia berharap ke depan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar area pasar. “Kan sudah ada yang atur, tinggal kita ikut supaya pasar bisa ramai lagi seperti dulu,” tukasnya.

Baca Juga :  Atasi Lonjakan Volume Sampah Ramadan, DLH Kerahkan 311 Personel dan 34 Armada

Menanggapi keluhan para pedagang, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, membenarkan persoalan pedagang yang berjualan di luar lapak pasar memang sudah berlangsung cukup lama. Namun, ia menegaskan pelaku praktik tersebut justru berasal dari pedagang yang sama yang sudah memiliki tempat di dalam pasar.

“Sebenarnya mereka sudah punya lapak di dalam, tapi keluar berjualan di depan untuk menunggu pembeli,” katanya.

Menurut Khairul, kebiasaan tersebut kemudian diikuti pedagang lain sehingga menimbulkan kesan pasar menjadi semrawut. Ia menegaskan pemerintah telah membangun dan menata Pasar Tenguyun agar bisa ditempati dengan baik oleh para pedagang. “Pasar ini kita buat supaya ditempati, supaya terlihat bagus, bukan malah berantakan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Imbau Warga Hindari Petasan dan Balap Liar Selama Ramadan

Khairul menyebutkan dirinya telah meminta Kepala Dinas terkait untuk melakukan penertiban terhadap pedagang yang masih berjualan di luar area pasar. Ke depan, pemerintah akan lebih tegas dalam menegakkan aturan agar fungsi pasar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami akan tegaskan, pedagang ini mau jualan di pasar atau di luar,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pedagang bisa bekerja sama menjaga ketertiban dan estetika pasar. Menurutnya, pasar yang tertata dengan baik tidak hanya memberi kenyamanan bagi pedagang, tetapi juga menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

“Pasar ini dibuat kreatif supaya terlihat bagus, jangan sampai justru terlihat semrawut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *