Kualitas Bangunan Jadi Sorotan Usai Gempa Tarakan, 55 Bangunan Terdampak

benuanta.co.id, TARAKAN – Kerusakan rumah warga pascagempa di Kota Tarakan bukan hanya disebabkan getaran bumi, tetapi juga dipicu lemahnya konstruksi bangunan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut banyak rumah warga dibangun tanpa struktur pengikat yang memadai, sehingga mudah roboh meski guncangan tidak besar.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, menjelaskan dari pendataan sementara terdapat 55 rumah terdampak sejak gempa 5 November 2025. Enam di antaranya mengalami kerusakan berat hingga dinyatakan tidak layak huni.

“Untuk data sementara, total dampak gempa dari tanggal 5 sampai 8 itu berjumlah 55 rumah. Dari jumlah itu, enam rumah rusak berat,” ungkapnya, Ahad (9/11/2025).

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

Hasil asesmen menunjukkan kerusakan paling parah berada di Kecamatan Tarakan Timur. Empat rumah di Kelurahan Gunung Lingkas mengalami kerusakan besar pada dinding dan dapur hingga roboh. Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara ini masih dibantu logistik sambil menunggu pilihan penempatan tinggal.

Menurutnya, kerusakan masif pada rumah bukan hanya akibat guncangan, tetapi karena kualitas bangunan yang tidak mengikuti standar konstruksi tahan gempa. Banyak rumah warga berdiri dari material kayu yang dilapisi semen namun tidak tersambung dengan rangka utama bangunan.

Baca Juga :  DKPP Tarakan Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Idulfitri Aman, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

“Kebanyakan rumah dari kayu dilapisi semen, sambungannya tidak menyatu dengan rangka utama. Jadi ketika gempa, daya rusaknya besar meski magnitudo tidak tinggi,” terangnya.

Sementara itu, meski kerusakan tercatat cukup banyak, pemerintah belum menetapkan status tanggap darurat. Hal ini karena tidak adanya korban jiwa maupun gangguan aktivitas ekonomi masyarakat. BPBD bersama perangkat daerah tetap memberikan bantuan berupa bahan makanan, sembako, dan terpal.

Baca Juga :  MBG Selama Ramadan, Siswa SMP 2 Tarakan Terima Martabak dan Kurma

“Belum ada penetapan status tanggap darurat karena syaratnya belum terpenuhi. Tapi pemerintah tetap memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak,” jelasnya.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Perkim terkait relokasi sementara. Rusunawa telah disiapkan untuk enam keluarga pemilik rumah rusak berat, meski sebagian warga memilih tinggal bersama sanak saudara. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *