benuanta.co.id, TARAKAN – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akan digelar pada November 2022. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, seperti koordinasi technical delegate dan technical handbook bagi para Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabor.
Wakil Ketua I KONI Kaltara, Wiyono Adhie menuturkan pada technical yang digelar nanti, pihaknya tidak akan melakukan intervensi terhadap masing-masing cabor. Pihaknya mempersilahkan kepada masing-masing cabor untuk mendesain kelas yang dipertandingkan.
“Karena spesifikasi setiap cabor itu berbeda, misalnya bela diri ini banyak kelasnya, kemudian ada cabor tertentu lebih dari satu, itu domainnya cabor-cabor. KONI tidak ikut masuk secara spesifik ke sana,” tuturnya, Sabtu (6/8/2022).
Wiyono melanjutkan, jika ditemukan hal yang tidak memungkinkan seperti alokasi waktu yang minim. Pihaknya dapat langsung mengambil alih. KONI sendiri tidak ingin jika nantinya waktu telah habis namun pertandingannya belum selesai.
“Tapi kalau bela diri itu kan dalam gedung biar sampai malam tidak masalah, tapi yang jadi pertimbangan cabor yang outdoor apakah nanti hujan atau gimana,” tuturnya.
“Penetapan cabor kita tidak akan lama-lama, surat sudah kita siapkan. Karena kita harus cepat, ini sudah masalah teknis kita doakan saja semua lancer,” sambungnya.
Terpisah, Sekretaris Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltara, Riskiyanto menegaskan PCI telah membentuk kepengurusan di empat kabupaten/kota di Kaltara. Di antaranya Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Nunukan dan Kabupaten Malinau.
“Memang yang kami monitor empat kabupaten kota itu sudah rutin latihan, proses pembinaan juga sudah berjalan. Informasi dari KONI juga aka nada pemanggilan untuk cabor untuk teknis, tempat pertandingan serta penunjukan tuan rumah untuk cabor cricket,” ungkap Riskiyanto.
Namun, pihaknya telah lebih dulu mengusulkan persoalan tuan rumah cricket yaitu di Kota Tarakan. Menurutnya, dari segi fasilitas yang lebih representatif di Kota Tarakan. Dalam hal ini pihaknya masih menunggu teknis kesiapan dari KONI Kaltara. Termasuk ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti wasit juga telah memadai.
“Kita rutin mengirim pengurus untuk ikut pelatihan wasit ke nasional, dan juga pelatihan untuk pelatih. Pas PON di Papua satu tenaga pengurus kita ditunjuk jug auntuk jadi wasit di PON Papua, ya nanti kita data kembali lah dan komunikasikan ke PP Cricket,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kaltara mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan SDM. Namun, untuk kepengurusan wilayah Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum memiliki wasit.
“Kalau Bulungan, Tarakan, Malinau itu sudah ada wasit semua bahkan ada yang memiliki wasit nasional. Jadi SDM ini kita rasa sudah layak juga, secara teknis tidak ada masalah,” ungkapnya.
Disinggung soal sarana prasarana dilanjutkannya tidak ada masalah. Pihaknya juga akan terus berkomunikasi dengan pihak KONI Kaltara terkait persiapan ini. Ia juga berharap bahwa di Porporv nanti dapat muncul atlet yang dapat mengikuti ajang Pra PON. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







