benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan, melaui Puskemas Sedadap melakukan pemeriksaan deteksi dini faktor resiko tidak menular yang menjadi sasaran diatas usia 15 tahun, secara gratis dalam rangka peringatan hari kesehatan tingkat nasional, yang dipusatkan di Paras Perbatasan.
Pemegang Program Penyakit Tidak Menular Puskemas Sedadap, Tri Widiastuti, mengatakan di atas usia 15 tahun bisa cek secara rutin minimal 1 kali setahun, sedangkan pemeriksaan itu dari berat badan, tinggi, lingkar perut, tekanan darah dan wawancara faktor resiko serta pemeriksaan gula darah dan asam urat.
“Kita menargetkan cek deteksi dini faktor resiko tidak menular sebanyak 400 orang, siapa saja bisa melakukan cek kesehatan secara gratis,” kata Widiastuti kepada benuanta.co.id, Jumat (11/11/2022).
Tujuan dari cek kesehatan ini agar masyarakat tau kesehatannya, singkat dapat mengontrol pola makan dan dapat menjaga kesehatan.
Dari beberapa orang yang dilakukan pemeriksaan diantaranya ada yang mengeluhkan sakit persendian, keram, sakit kepala bagian belakang, jika hasil beresiko maka akan dilakukan rujukan ke puskesmas terdekat agar dapat penanganan lebih lanjut, dari hasil deteksi yang ditemukan di lapangan.
“Yang mendapat rujukan ini dari hasil pemeriksaan deteksi dini namun di atas normal atau perlu mendapat perawatan lebih lanjut,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan penyakit tidak menular itu penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, prosesnya sangat lambat dan panjang. Biasanya dari lima orang, tiga diantaranya menderita penyakit tidak menular dan hanya satu orang dia tau menderita penyakit tidak menular.
“Sebagian masyarakat masih belum mengetahui penyakit tidak menular. Makanya kita gencar melakukan pemeriksaan deteksi dini agar mereka tau kondisi kesehatannya. Ini kan bisa mencegah dan menurunkan angka kesakitan dari sakit tidak menular,” ujarnya.
Kata Widiastuti, penyakit tidak menular ini merupakan penyakit kematian yang terbesar di dunia. Penyakit tidak menular ini salah satunya adalah jantung, struk, tekanan darah tinggi, asma, penyakit imun, kangker dan penyakit diabetes dan lainnya.
Sementara itu pemeriksaan kesehatan gratis ini pun mendapat tanggapan positif oleh warga setempat Siti salah satunya, dia menilai program tersebut sebaiknya dilanjutkan mengingat antusias masyarakat yang tinggi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Saya kira sangat bagus dan menurut aku malah kalau perlu dilanjutkan. Ini baik untuk masyarakat kita seperti yang kita lihat masyarakat Nunukan di sini, sangat antusias,” jelasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







