benuanta.co.id, TARAKAN – Ketersediaan stok darah sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan kini juga memiliki satu unit alat tambahan yakni apheresis yang berfungsi mengolah darah.
Ketua PMI Kota Tarakan, Hamid Amren menerangkan alat tersebut merupakan bantuan dari PMI pusat.
“Ini alat termodern dalam alat pengolahan darah. Sekarang kami sedang mengurus perizinan terkait operasional alat itu,” terangnya, Jumat (25/3/2022).
Alat ini tak hanya menghadirkan kualitas tinggi, namun juga mampu menghasilkan 10 kali lipat trombosit darah sekaligus bisa membantu proses pengolahan darah, menjamin kualitas mutu darah yang baik menjadi lebih baik, serta mempercepat proses pengambilan darah.
Lanjut Hamid, melalui metode lama ketika melakukan pengambilan darah dengan berat 350cc, hanya mampu menghasilkan 1 trombosit. Namun dengan alat apheresis berat trombosit daat bertambah 10 kali lipat dari metode lama.
“Apalagi menghadapi bulan suci Ramadan, kita seringkali mendapatkan pasokan darah terbatas. Hal ini dikarenakan terbatasnya masyarakat yang ingin melakukan donor darah saat sedang berpuasa,” terangnya.
“Kalau ada permintaan konvalesen, itu juga bisa diolah untuk plasma konvalesen. Tapi sekarang ini pasien covid-19 yang ada di rumah sakit pun terbatas, bahkan yang sembuh sudah lebih dari 100. Dalam minggu ini mudah-mudahan bisa clear (tuntas),” tandasnya.
Diketahui, harga satu alat apheresis bisa mencapai Rp 400 juta. Sementara proses perizinan alat canggih tersebut ditargetkan akan selesai pada minggu ini. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







