benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah pusat menegaskan rencana penyediaan air baku untuk Kota Tarakan hingga tahun 2045 akan difokuskan pada pembangunan dan penambahan embung bukan bendungan baru. Selain biaya yang lebih besar, ketersediaan lahan di Tarakan dianggap tidak ideal untuk pembangunan bendungan tambahan.
Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Kementerian PU, Ir. Birendrajana menjelaskan bahwa satu bendungan tetap menjadi prioritas, sementara strategi jangka panjang difokuskan pada punggung baru sebagai penopang suplai air.
“Kalau bendungan tentu lebih mahal. Sampai 2045 rencananya akan ada penambahan embung saja. Untuk bendungan tetap satu saja, karena Tarakan ini kecil, catchment area-nya tidak mencukupi,” tuturnya.
Ia menyebut, setidaknya enam embung baru direncanakan untuk memperkuat pasokan air. Namun realisasi tetap bergantung pada kesiapan daerah mulai dari desain, sinergi, hingga pembebasan lahan.
Sungai Maya menjadi salah satu lokasi yang diproyeksikan dapat menambah suplai air baku. Meski demikian, prosesnya belum bisa langsung dilanjutkan karena status pembebasan lahan belum rampung.
“Harapannya ada kesinambungan dari pemerintah-pemerintah. Untuk Dungmaya ini Tarakan belum bebas lahannya, jadi mungkin 2026 masih balik,” katanya.
Ia berharap seluruh perencanaan ini dapat saling mendukung agar infrastruktur sumber daya air di Tarakan lebih kuat pada masa mendatang. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







