Katinting Race akan Meriahkan HUT Sulawesi Selatan ke-353

benuanta.co.id, SULSEL – Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Selatan ke 353 akan dimeriahkan dengan pagelaran Katinting Race atau balap perahu tradisional.

Ini menjadi warna tersendiri di HUT Sulsel nantinya. Rencananya Katinting Race ini akan dilaksanakan, 16 Oktober mendatang.

Menurut Kadis Pemuda dan Olahraga Sulsel Andi Arwien Azis, beberapa kabupaten dan kota tengah dibidik untuk menyelenggarakan Katinting Race tersebut.

Antaranya Kabupten Bone, Wajo, Soppeng, Sinjai, Bulukumba, Maros, Pangkep, Barru dan Kota Parepare.

“Insha Allah akan dilaksanakan pada 16 Oktober ini,” ujar Andi Arwin usai mengikuti rapat HUT Sulsel baru – baru ini.

Pagelaran Katinting Race ini, kata dia, peserta yang ikut andil merupakan warga pesisir di sekitar wilayah sembilan daerah tersebut.

Tidak hanya Katinting Race, sejumlah kegiatan olahraga yang melibatkan warga di Sulsel akan diselenggarakan jelang HUT ke 353 Sulsel, 19 Oktober nanti.

“Olahraga tradisional, seperti lari karung, terompah, tarik tambang, hadang, futsal dan lain sebagainya,” ujar Andi Arwin.

Diketahui, usia Provinsi Sulsel yang genap 353 tahun menandai perjalanannya yang cukup panjang hingga mencapai posisi sebagai provinsi terkemuka di Indonesia, khususnya bagian Timur.
Apalagi Sulsel terkenal sebagai lumbung pangan nasional.

Berdasarkan data yang diterima, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, awal perumusan hari jadi Sulawesi Selatan diprakarsai oleh Mayjen TNI (Purn) Haji Zainal Basri Palaguna, yang saat itu menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, pada tahun 1993.

Penginisiasian hari jadi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap jati diri dari masyarakat dalam rasa persatuan dan kesatuan untuk melanjutkan pembangunan nasional yang berlangsung di Sulawesi Selatan.

Kemudian, gagasan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan studi banding ke beberapa daerah. Lalu digelar Tudang Sipulung dalam bentuk seminar pada tanggal 18-19 Juli 1995 di kantor Gubernuran.

Tudang Sipulu ini dihadiri oleh kalangan cendekiawan, tokoh masyarakat, Pimpinan Daerah Tingkat I dan Tingkat II beserta sejumlah tokoh daerah, pimpinan organisasi politik dan organisasi pemuda.

Pada seminar tersebut, ditampilkan sebanyak 19 makalah utama serta makalah kunci dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulsel. Juga ditampilkan sejumlah makalah sumbangan serta tulisan lainnya dari berbagai unsur.

Hasilnya, beberapa keinginan dari berbagai kalangan dalam seminar tersebut disaring, yang teruji dengan pembahasan dari sejumlah cendekiawan.

Forum ini pun memutuskan rekomendasi lima rumusan usulan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulsel dengan berpijak pada momentum puncak peristiwa sejarahnya, yang layak dijadikan acuan.

Setelah mendapat lima rumusan itu, Gubernur Palaguna bersama stafnya melakukan pembahasan secara mendalam. Sesuai usulan dan momentum puncak kejayaan peristiwa di Sulsel dinilai memiliki bobot yang sama.

Sehingga disimpulkan bahwa perlu memadukan atau menggabungkan rumusan yang ada dalam sebuah rumusan yang bermakna simbolik yaitu tanggal 19, bulan Oktober, Tahun 1669.

Kesepakatan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulsel dengan menuangkannya ke dalam Rancangan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.

Kemudian meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat I Sulawesi Selatan melalui mekanisme Tata Tertib DPRD Tingkat I Sulawesi Selatan, dan melalui Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995.

Pada proses tersebut, DPRD Tingkat I Sulawesi Selatan menyetujui dan menetapkan secara resmi tanggal 19 Oktober 1669 sebagai hari jadi Sulawesi Selatan. Kemudian disahkan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995.

Sejarahnya, tanggal 19 dan bulan Oktober bermakna penting. Di mana dua momentum ini merupakan simbol kebersamaan dan persatuan
bahwa telah terjadi di Sulsel peristiwa Kesepakatan Raja-raja untuk mendukung DR Ratulangi menjadi Gubernur pertama Provinsi Sulawesi pada tanggal 19 Oktober 1945.(*)

Reporter: Akbar

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *