BERAU – Meningkatkan sumber daya manusia, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) se-Kabupaten Berau, di ruang rapat Bapelitbang pada Rabu (12/10).
Sekretaris Pemkab Berau, M. Gazali yang membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan melalui program ini sebagai bekal BPK. Sehingga program pemerintahan kampung dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Salain itu, kata Gazali, tujuan pelatihan ini untuk mensinkronisasikan arah kebijakan pembangunan dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Berau kepada pemerintah kampung.
“Meningkatkan pengetahuan aparatur pemerintah kampung, serta menciptakan harmonisasi hubungan antara pemerintah kampung, kepala kampung dan BPK. Kemudian, untuk menciptakan komunikasi dan koordinasi yang baik antar peyelenggara pemerintahan kampung,” ujarnya.
Hal ini juga untuk mendukung pengelola anggaran yang cukup besar di kampung. Dimana pada tahun 2022 ini Dana Desa yang bersumber dari APBN senilai Rp 87,835 miliar, ADK APBD senilai Rp 140 miliar ditambah Rp 53 miliar di APBD-Perubahan. Kemudian pajak daerah dan retribusi daerah senilai Rp 9,493 miliar, bantuan keuangan Provinsi senilai Rp 5,150 miliar dan bantuan keuangan kabupaten Rp 1,750 miliar.
Melalui pelatihan ini diharapkan setiap kepala kampung dan BPK dapat meningkatkan dalam manajemen pemerintahan kampung. Ditegaskan Gazali, perangkat pemerintah kampung dituntut untuk mampu mengelola anggaran yang cukup besar. Sehingga, paham regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan pembangunan.
“Harus rajin berdiskusi dan membaca aturan, manfaatkan teknologi dalam menggali pengetahuan dalam menjalan pembangunan di kampungnya masing-masing,” pungkasnya. (adv)







