Kaleidoskop 2024: Laka Lantas di Tarakan Menurun, Jumlah Tilang Meningkat

benuanta.co.id, TARAKAN – Sepanjang 2024, data laka lantas di Kota Tarakan tercatat sebanyak 94 kejadian. Angka ini mengalami penurunan, dibanding tahun 2023 sebanyak 141 kejadian.

Meski mengalami penurunan jumlah kejadian laka lantas, terdapat peningkatan terhadap korban yang meninggal dunia yakni sebanyak 8 korban dibanding 2023 lalu sebanyak 6 korban. Sementara untuk luka berat mengalami penurunan yakni hanya 9 korban dibanding 2023 lalu 45 korban. Begitu juga dengan jumlah luka ringan tercatat 80 korban dibanding tahun lalu sebanyak 120 korban.

“Kerugian materil di tahun 2024 ini Rp 107 juta, dibanding tahun lalu 117 juta,” ujar Kapolres Tarakan, AKBP Adi Saptia Sudirna, Selasa (31/12).

Baca Juga :  Penyidikan Perkara Tambang, Kejati Kaltara Geledah 5 Instansi di Kabupaten Nunukan

Ia menyebut, penyebab meningkatnya korban meninggal dunia didominasi oleh human eror atau out control (OC). Selain itu, terdapat juga kondisi jalan yang kurang layak bagi pengendara. Oleh karena itu, Kalimantan Utara (Kaltara) juga masuk lima besar wilayah dengan tingkat fatalitas tinggi.

“Selain faktor jalan, ada juga faktor penerangan jalan. Tapi yang paling dominan adalah kesalahan pengendara itu sendiri. Faktor meninggal dunia rata-rata berkendara dalam pengaruh miras, lalu kelelahan,” beber Kapolres.

Adapun untuk data penilangan meningkat sebanyak 1.281 pelanggaran dibanding tahun 2023 sebanyak 710 pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukan pengendara salah satunya ialah knalpot racing. Tercatat sebanyak 888 buah kenalpot yang kini diamankan oleh Satlantas Polres Tarakan.

Baca Juga :  Dua Warga Nunukan Diciduk Polisi Punya Sabu

“Pada tahun 2023 512 buah saja. Ini ada korelasi dengan kasus laka lantas. Karena tingkat tilangnya tinggi, sehingga akan berdampak pada data laka lantas. Laka lantas kita mengalami penurunan,” jelas Saptia.

Ditambahkan Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Nanda Gustiana pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka laka lantas. Seperti penilangan, operasi gabungan, sosialiasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah terkait kerusakan jalan.

“Ada beberapa jalan dengan status blank spot, seperti Jalan Aki Balak. Di sana jalan itu banyak yang tertutup pasir, serta tingkat fatalitas yang tinggi,” tambahnya.

Baca Juga :  Tak Punya Perahu untuk Mancing, R Nekat Curi Mesin Longboat di Perairan Selumit Pantai

Meningkatnya data tilang yang cukup drastis, Nanda menyebut hal itu dikarenakan pada tahun 2024, Satlantas Polres Tarakan kembali melakukan penilangan stasioner. Petugas juga melakukan penjaringan pelanggaran melalui kamera Etle, dan razia mobile dari petugas.

“Kenapa tahun lalu jumlah tilang itu sedikit, karena tahun lalu itu tidak bisa dilakukan secara stasioner. Tahun ini baru bisa dilaksanakan razia stasioner gabungan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *