Harga Naik 8,4 Persen, TPID Bulungan Lakukan Langkah Strategis Pengendalian

benuanta.co.id, BULUNGAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bulungan berupaya menekan harga barang kebutuhan yang mengalami kenaikan di pasaran. Pasalnya, saat ini kenaikan harga kebutuhan di kalangan masyarakat mengalami kenaikan mencapai 8,4 persen dibandingkan kenaikan harga pada tahun 2021.

Rapat TPID yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Errin Wiranda menuturkan, mencermati perkembangan inflasi di Tanjung Selor yang mencapai 8,4 persen dibanding tahun lalu, TPID Bulungan pun harus perlu segera menyusun langkah-langkah strategis pengendalian.

“Kenaikan harga-harga di Tanjung Selor terdiri antara lain dari bahan bakar minyak (BBM), daging ayam ras dan beras,” jelasnya, Selasa, 1 November 2022.

Baca Juga :  Wow! Harga Cabai di Pasar Induk Tanjung Selor Meroket Rp150 Ribu Per Kg

Kata dia, pengendalian inflasi pun akan diarahkan ke operasi pasar khususnya terkait daging ayam ras dan beras serta subsidi kepada angkutan kota dengan berkoordinasi pada organisasi angkutan darat (Organda).

“Jadi, kenaikan harga ini dipengaruhi pasokan atau ketersediaan serta jalur distribusi, untuk itu perlu upaya nyata terutama melalui perangkat-perangkat daerah terkait,” tuturnya.

Mantan Camat Tanjung Selor ini mengatakan dalam rapat disampaikan upaya Pemkab Bulungan mengendalikan inflasi, antara lain Dinas Ketahanan Pangan berupaya melaksanakan pasar murah dan inspeksi mendadak (sidak) pasar.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Komitmen Realisasikan Bantuan RT 2026

“Dan subsidi ongkos angkut untuk kecamatan-kecamatan di Bulungan yang memiliki harga pangan tinggi, maka perlu dilakukan pasar murah,” jelasnya.

Pihaknya pun meminta Dinas Perikanan Bulungan untuk melakukan koordinasi dengan penampung atau petambak agar dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal Tanjung Selor dan penambahan subsidi BBM untuk nelayan.

Tak hanya itu, dirinya meminta agar ada peningkatan sarana dan prasarana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai pintu masuk perikanan dari laut dan tambak.

“Pada Dinas Perhubungan berupaya memprioritaskan pengisian BBM kepada pengangkut komoditi seperti telur ayam dan sayuran, prioritas bongkar muat kepada kapal pengangkut telur, ayam, sayur dan beras,” papar Errin.

Baca Juga :  Pertamina Tambah 10 Ribu Tabung Gas LPG 3 Kg di Bulungan

“Selain itu pelayanan gratis pemakaian gudang penyimpanan barang di pelabuhan bongkar muat hingga pengawalan terhadap jalur transportasi Berau Bulungan,” tambahnya.

Dia menambahkan, dari Bulog sendiri akan mendukung operasi pasar murah serta penyediaan komoditi barang yang dibutuhkan oleh OPD terkait.

“Stok beras Bulog di Tanjung Selor saat ini tersedia 216 ton, gula 32 ton dan minyak goreng yang masih dalam perjalanan sebanyak 15 ton dengan harga eceran tertinggi Rp14 ribu,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *