benuanta.co.id, TARAKAN – Target penerapan uang digital atau QRIS di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terbilang kurang. Hal ini berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara mencatat sejak Desember 2021 hingga Maret 2022 pengguna QRIS sebanyak 4.955 pengguna. Angka ini disinyalir mengalami peningkatan sekitar 1.939 pengguna baru.
Meski pencapaian ini baru sekitar 5,88 persen dari target 33.000 pengguna baru untuk tahun ini, BI terus berupaya menggalakkan uang digital ini sebagai transaksi di era modern.
Kepala BI Perwakilan Kaltara, Teddy Arif Budiman menjelaskan hal ini terkendala juga dengan kondisi jaringan di Kaltara. Tidak semua wilayah di Kaltara memiliki jaringan internet sebaik di Kota Tarakan.
“Salah satu daerah yang cukup lambat dalam segi infrastruktur, masih perlu ditingkatkan yaitu daerah KTT itu juga yang menjadi konsentrasi kami terkait digitalisasi keuangan daerah,” bebernya, Rabu (6/4/2022).
Selain itu, masyarakat yang belum paham dan cenderung masih menggunakan uang tunai juga menjadi hambatan.
“Kami baru saja rapat membuat jadwal sosialisasi ke suatu daerah kita akan lakukan mungkin di bulan Ramadan atau setelah Idul Fitri, kita koordinasi dengan perbankan di sana,” ucap Teddy.
Sementara untuk wilayah perbatasan yakni Kabupaten Nunukan juga mengalami peningkatan dalam penggunaan rupiah. Tercatat semenjak tahun 2017 hingga 2022 persentase penggunaan rupiah sebesar 95 persen.
“Dari 70 persen terakhir 95 persen kami akan terus melakukan sosialisasi penggunaan QRIS maupun rupiah di sana,” tukasnya.
Peningkatan ini, Teddy menyebutkan bukan semata-mata upaya BI saja. Menurutnya, peran dari perbankan daerah, masyarakat hingga pemerintah turut andil dalam hal ini.
Lanjutnya, adapun salah satu sosialisasi yang sering pihaknya galakkan menyoal QRIS adalah transaksinya yang aman dan handal. Selain itu, aplikasi ini juga sudah teruji dengan baik.
“Mudah hanya tinggal scan saja, aman juga tidak perlu khawatir kehilangan uang, handal dari sistemnya sudah teruji, sehingga itu semua jadi sisi positif,” pungkas Teddy. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







