benuanta.co.id, TARAKAN – Beberapa waktu terakhir sejumlah daerah di Kaltara khususnya aparat penegak hukum, berhasil mengungkap peredaran narkotika dengan jumlah yang terbilang fantastis.
Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, menjelaskan jika narkotika yang masuk ke provinsi termuda ini merupakan selundupan dari negara tetangga Malaysia. Tidak bisa dipungkiri letak wilayah Kaltara juga banyak jalur tikus yang semakin mempermudah akses para pengedar untuk memasok barang haram tersebut.
Kepala BNNK Tarakan, Agus Sutanto menerangkan bahwa Kaltara menjadi provinsi keempat dari 34 provinsi di Indonesia yang diyakini menjadi provinsi dalam pengungkapan narkotika terbesar.
“Khususnya Kota Tarakan, ini berdasarkan rilis BNN RI cakupan wilayahnya cukup luas termasuk perairannya. Sehingga masuknya narkotika itu sangatlah mudah, bahkan berdasarkan rilis akhir tahun 2021 lalu, Kaltara provinsi ke empat terbesar dalam pengungkapan narkotika,” terangnya kepada pewarta, Senin (28/2/2022).
Dilanjutkannya, beberapa waktu lalu, BNNK bersama BNNP Kaltara, Kejaksaan Negeri, dan Polda Kaltara melangsungkan rapat bersama dengan Komisi III DPR RI.
“Terkait penanganan narkotika di wilayah Kaltara yang saat ini menjadi perhatian semua pihak, dengan wilayah dengan jalur tikus yang cukup banyak dan menjadi atensi,” ujarnya.
“Kaltara ini jalurnya sangat luas yang terdiri dari beberapa jalur sungai dan laut yang cukup luas cangkupannya, sehingga kami selalu berkerja sama dengan seluruh pihak untuk mengungkap peredaran narkotika,” lanjutnya.
Agus Sutanto menuturkan, meski dalam kondisi pandemi, kasus Narkotika justru semakin bertambah. Pasalnya, kondisi saat inilah yang dimanfaatkan oleh para sindikat narkotika untuk memasarkan barangnya secara masif.
“Untuk Tarakan ini wilayah yang menjadi peredaran narkotika, masuknya pasti melalui pesisir baik itu pantai maupun pemukiman di pinggiran dan pelabuhan rakyat,” tukasnya.
Terpisah, Polair Polres Tarakan, saat inipun mulai meningkatkan kewaspadaan di kawasan perairan. Terlebih, peredaran narkotika dapat masuk ke wilayah Tarakan melalui jalur perairan.
Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Polair, IPTU Jamzani menjelaskan, patroli secara rutin terus ia galakkan di kawasan pesisir hingga perairan.
“Patroli ini sebenarnya sebagai langkah pencegahan kita, juga mulai dari masuknya narkotika hingga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran di wilayah Tarakan,” jelasnya.
Berdasarkan pantauannya, sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapati, adanya hal yang mencurigakan masuk di wilayah perairan Tarakan.
“Narkotika ini sebenarnya jadi atensi juga dari pimpinan, sehingga patroli ini mulai kita tingkatkan, kalau pun ada yang mencurigakan pastinya kita akan langsung melakukan pengejaran namun sampai saat ini belum ada kita temukan” bebernya.
Dalam hal ini juga pihak Polair tetap berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, yang nantinya akan lebih mudah melakukan penindakan jika ditemukan unsur yang mencurigakan. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







