benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan upaya penanganan dan pencegahan terhadap penderita HIV/Aids.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara, Agust Suwandy mengatakan bahwa tahun 2021 pihaknya menemukan sebanyak 112 kasus HIV. Angka ini terbilang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Nah ini memang lebih rendah, tahun sebelumnya kita bisa temukan 170, 180 kasus bahkan ada yang lebih dari 200,” katanya saat ditemui oleh benuanta.co.id, Kamis (30/12/2021).
Agust menjelaskan, hal ini tentu saja bukan karena kasus nya yang menurun, lantaran pihaknya bersama pemerintah saat ini fokus terhadap penanganan Covid-19 yaitu vaksinasi.
“Kemudian screening nya terbatas karena fokusnya ke Covid 19 dan screening ini harus dilakukan secara aktif dan mendatangi tempat hiburan, tempat beresiko juga pelayanan di dalam gedung juga terbatas,” jelasnya.
Untuk kasus yang ditemukan pun menyerang usia yang beragam. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kaltara ini menuturkan terdapat anak-anak yang terjangkit penyakit ini dikarenakan turunan dari kedua orang tuanya.
“Tetapi yang paling banyak sih memang dewasa, cuma disinyalir juga banyak bermunculan pada remaja yaitu Lelaki Seks Lelaki (LSL), cuma untuk menemukan itu sulit,” tuturnya.
“Kita perlu melakukan pendekatan, termasuk ke dalam komunitas-komunitas gitu golongan waria, waria juga ini sulit didekati. Ada kelompok komunitas sebaya terdiri dari orang-orang sukarela mereka melakukan pendekatan,” sambungnya.
Sepanjang 2021, Agust mengakui bahwa kasus terbanyak terjadi di Kota Tarakan. Hal ini dikarenakan bumi Paguntaka masih menjadi pusat Kaltara dalam segi hiburan dan tempat-tempat pemicu terjadinya penyakit ini.
“Penduduknya paling banyak, kategori kota banyak hiburan, hotel, mobilitas masyarakat, daerah transit ini yang harus kita waspadai. Mungkin upaya dari Pemkot Tarakan harus lebih keras lagi dari daerah lainnya,” pungkas Agust. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







