benuanta.co.id, NUNUKAN – Sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari belakangan sempat menggegerkan warga. Hingga menjadi perbincangan hangat di tengah warga Nunukan, dari media sosial hingga warung kopi.
Berdasarkan penelusuran benuanta.co.id di lokasi terlihat beberapa kendaraan yang di dominasi roda dua dan empat memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jalan TVR mengakibatkan terjadinya antrean panjang.
Selain itu, sepanjang Pulau Nunukan yang biasanya penjual BBM enceran banyak terlihat kini tidak lagi terlihat satupun. Pamandangan botol kosong cukup membuat warga yang hendak membeli bensin botolan kecewa.
Rahman (26) warga Kelurahan Nunukan Selatan, mengatakan BBM ini sangat di butuhkan betul-betul oleh masyarakat, dengan adanya kelangkaan seperti ini akan menggangu aktifitas masyarakat baik roda dua dan empat. Apalagi bagi nelayan yang sehari-harinya mengubah BBM.
“Ini menghambat dalam segi pendapatan kita, apalagi di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini perlu perhatian lebih seperti hal semacam ini oleh pemangku kepentingan,” kata Rahman, kepada benuanta.co.id, saat ditemui di lokasi SPBU jalan TVR.
Dia juga mengatakan, kelangkaan ini mulai sejak kemarin, namun puncaknya itu pada hari ini. Warga kehabisan bensin saat masih di jalan, sehingga meminta untuk motor mereka di dorong. “Kita sangat resah dengan adanya kelangkaan BBM, kerena salah satu sumber mata pencarian kita itu menggunakan BBM,” jelasnya.
Jika melihat kondisi saat ini hingga dua hari ke depan kelangkaan ini mungkin masih terjadi. Untuk mendapatkan BBM Rahman rela ikut mengantre sejak pukul 08.00 Wita hingga siang hari masih antrean dengan membawa dua jeriken 10 liter.
“BBM ini untuk aktivitas sehari-hari saja, saya bela-belain ngantre karena orang tua sedang sakit jadi dengan adanya BBM bisa nganterin mereka untuk kontrol ke apotek dan sebagainya,” terangnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







