Luhut Hapus Angka Kematian Covid-19, Satgas Covid-19 Kaltara Tetap Mendata

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah pusat telah mengeluarkan angka kematian dari indikator penanganan Covid-19. Pasalnya terdapat masalah dalam input data yang disebabkan akumulasi dari kasus kematian di beberapa minggu sebelumnya.

Hal itu mendapat respon dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara yang tetap melanjutkan pendataan tersebut.

Informasi tersebut dilansir oleh benuanta.co.id saat pengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).

Dalam penyampaiannya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberi alasan terkait dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19. Ini disebabkan adanya problem pendataan, terdapat 26 kota dan kabupaten yang level PPKM-nya turun dari level 4 menjadi level 3. Pun demikian pemerintah pun terus berupaya memperbaiki pendataan agar seluruh indikator penanganan Covid-19 bisa terintegrasi.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Komitmen Realisasikan Bantuan RT 2026

“Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang. Sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” kata Luhut.

Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, SKM., MPH menyatakan pihaknya tetap melanjutkan pendataan dan pengiriman data Covid-19 ke pusat seperti biasanya. Termasuk data kematian pasien Covid-19.

Baca Juga :  Kadin Kaltara Dorong Pemilihan Ketua Cabang Nunukan, Target Rampung Pertengahan April 2026

“Laporan yang kami rekap dan kirim ke pusat masih seperti biasa, tidak ada yang dikurangi dan tetap sebagai bahan analisis data situasi Covid-19 khususnya di Kaltara,” jelas Agust Suwandy, Rabu (11/8/2021).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltara ini, jumlah atau angka kematian merupakan indikator yang sangat penting.

“Angka kematian akibat Covid-19 itu penting karena untuk melihat sejauh mana dampak dari pandemi yang terjadi, dan langkah apa yang perlu diambil. Mungkin di pusat hanya untuk restorasi data dulu, karena selama ini banyak data yang mereka terima dari daerah belum sama definisi operasionalnya. Jadi hasil analisisnya kurang tepat,” terang Agust.

Baca Juga :  Jasa Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran Bermunculan, BI Kaltara: Tidak Dibenarkan

Lebih dalam, Agust mengatakan selama ini pendataan Covid-19 di Bumi Benuanta tidak mengalami kendala. Sehingga pihaknya selalu berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat. “Tidak ada kendala, data rutin setiap hari dikirim dari Dinkes kabupaten kota ke provinsi dan dari provinsi rutin setiap hari kirim ke pusat,” tandasnya. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Yogi Wibawa/Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *