Situs Kesultanan Bulungan Terancam Hilang, Rahmawati Soroti Potensi Wisata yang Belum Tergarap

benuanta.co.id, JAKARTA – Ancaman hilangnya situs bersejarah Kesultanan Bulungan di Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya menjadi persoalan pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi menghilangkan peluang besar di sektor pariwisata.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Kaltara, Rahmawati Zainal, menilai situs-situs peninggalan kerajaan tersebut seharusnya dapat menjadi destinasi unggulan jika dikelola secara optimal.

Dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rahmawati mengingatkan, kondisi situs saat ini justru kian memprihatinkan dan berisiko punah jika tidak segera ditangani secara serius.

“Kita tahu di Kalimantan Utara itu ada Kesultanan Bulungan yang bukan main. Tapi situs-situs itu sekarang mulai punah. Jangan sampai ini hanya menjadi dongeng yang kita tidak melihat wujudnya lagi,” tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan situs sejarah tidak cukup hanya sebatas pelestarian, melainkan harus diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru melalui sektor pariwisata. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas kementerian agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.

“Adakah dari Kementerian Pariwisata dan lembaga lain berkolaborasi, misalnya dengan Menteri Kebudayaan dan juga Menteri Ekonomi Kreatif? Agar jangan sampai punah,” ujarnya di ruang sidang Komisi VII, Jakarta.

Rahmawati menjelaskan, selama ini pengembangan situs sejarah kerap terkendala oleh tumpang tindih kewenangan antar instansi. Hal ini membuat upaya revitalisasi berjalan lambat, bahkan terkesan terabaikan.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengambil peran sebagai penggerak utama kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Selain aspek koordinasi, ia juga menyoroti pentingnya perencanaan program yang matang di tingkat kementerian teknis sebelum masuk tahap penganggaran di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dengan langkah terintegrasi, ia optimistis situs peninggalan Kesultanan Bulungan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata eksotis yang mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara.

“Situs-situs itu akan menjadi tujuan wisata yang sangat eksotis yang bisa dikunjungi oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Rahmawati berharap rencana kerja tahun 2026 sudah memuat langkah konkret revitalisasi situs sejarah di Kaltara, sehingga warisan budaya tidak hanya terselamatkan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *