benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memproyeksikan target investasi pada 2026 mengalami penurunan.
Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta dinamika kawasan regional.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani, mengatakan target investasi yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berada di kisaran Rp 30,55 triliun.
“Dari BKPM itu sekitar Rp 30,55 triliun, agak menurun. Ini menyesuaikan kondisi wilayah regional 5. Kaltara memang masuk regional tersebut, tetapi target kita termasuk yang tertinggi,”sebutnya, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, porsi target investasi provinsi termuda ini, terhadap target nasional berada di kisaran 1,5 persen. Kendati menurun, nilai tersebut dinilai masih cukup besar dibandingkan provinsi lain dalam kawasan regional yang sama.
Pemerintah daerah tetap memprioritaskan investasi di sektor hilirisasi industri, manufaktur, dan energi terbarukan. Selain itu, sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) juga terus didorong agar terealisasi.
Untuk mencapai target tersebut, DPMPTSP akan memperkuat pengawasan terhadap perusahaan, khususnya terkait kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Rahman mengakui masih terdapat perusahaan yang belum menyampaikan laporan tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat optimalisasi realisasi investasi.
“Masih ada perusahaan yang belum menyampaikan LKPM, itu menjadi salah satu penyebab realisasi investasi belum maksimal,” katanya.
Ke depan, pengawasan akan dilakukan lebih intensif, terutama terhadap perusahaan berskala besar, guna memastikan pelaporan dilakukan tepat waktu sesuai ketentuan.
Selain pengawasan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan daya tarik investasi melalui kemudahan layanan perizinan. Sistem perizinan kini telah berbasis daring, sehingga proses dinilai lebih cepat dan transparan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kata Rahman, juga berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada investor, termasuk pendampingan serta penyediaan data yang dibutuhkan.
“Arahan gubernur, setiap investasi yang masuk harus dilayani maksimal. Kita dampingi dan berikan kemudahan akses data,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







