benuanta.co.id, TANJUNG SELOR—Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang menegaskan posisinya sebagai wilayah paling utara Indonesia yang strategis dan berpotensi menjadi pusat hilirisasi dan ekonomi baru di Asia Pasifik.
“Posisi geografis yang sangat menguntungkan ini membuka pintu bagi investasi besar, khususnya dalam pengolahan sumber daya alam,” ungkapnya.
Zainal menyebutkan, secara geografis Kaltara memiliki keunggulan yang menjadikannya sangat dekat dengan pusat-pusat ekonomi utama di Asia. Seperti Tiongkok, Jepang, dan Filipina, serta negara-negara di kawasan Asia lainnya.
“Sebagai provinsi paling Utara, Kaltara merupakan garda depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan dekat dengan rute perdagangan internasional,” ucapnya.
Menurut orang nomor satu di Kaltara itu, wilayahnya terletak di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, menjadikannya rute perdagangan penting yang langsung menghadap Samudra Pasifik.
“Posisi ini diyakini sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi, bahkan berpotensi menghasilkan penerimaan negara dan daerah hingga $1,5 juta USD per hari dari ALKI II,” ujarnya.
Dengan posisi yang strategis ini, kata dia, Kaltara dinilai sangat layak menjadi pusat hilirisasi semua produk yang dapat dihasilkan oleh Indonesia.
“Kaltara telah menyusun 17 dokumen The Investment Project Ready to Offer (I-PRO) dengan nilai jual potensi investasi mencapai lebih dari Rp10 triliun,” imbuhnya.
Tak hanya itu, menurutnya fokus investasi mencakup infrastruktur, pertanian, energi terbarukan, dan terutama industri hilirisasi. Seperti yang tengah berproges saat ini yakni Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang menjadi fondasi untuk menciptakan ekosistem industri masa depan yang ramah lingkungan.
“Komoditas yang menjadi target hilirisasi antara lain udang, ikan, kepiting bakau, rumput laut, dan hasil perkebunan seperti CPO (minyak kelapa sawit),” sebutnya.
“Keunggulan lokasi, ditambah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah dan adanya proyek-proyek strategis, menjadi alasan kuat bagi para investor untuk datang dan berinvestasi di Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







