UBT Rencanakan Buka Prodi Pendidikan Agama Islam

benuanta.co.id, TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) terus mematangkan pengembangan kampus melalui penambahan program studi baru, perluasan kerja sama internasional, hingga penguatan karakter mahasiswa, termasuk rencana pembukaan Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah ditempuh kampus dalam rangka memperkuat kualitas pendidikan, pengembangan program studi, hingga penguatan karakter mahasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring bertambahnya jumlah mahasiswa UBT yang kini mencapai lebih dari 16 ribu orang. Prof. Yahya menjelaskan, jumlah mahasiswa UBT saat ini cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah program studi yang tersedia.

“Mahasiswa kami totalnya ada sekitar 16.226, jumlahnya cukup besar,” ungkapnya, Rabu (26/11/2025).

Ia mengatakan UBT memiliki 35 program studi yang terus dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan. Prof. Yahya juga menyampaikan UBT baru saja membuka fakultas baru (kedokteran) dan berkomitmen melakukan pengembangan berkelanjutan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan: Pekerja Swasta Juga Bisa Dapat Jaminan Pensiun

Ia menuturkan dukungan spiritual dan moral turut menjadi bagian dari proses ini. “Pertemuan yang lalu saya sempat minta doa dan dukungan kepada Ustad Abdul Somad,” jelasnya.

Salah satu pengembangan penting yang tengah diperjuangkan UBT adalah rencana pembukaan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Rektor mengungkapkan selama ini dosen-dosen dengan kompetensi keagamaan masih tersebar di berbagai program studi. Harapannya UBT memiliki basis akademik yang lebih kuat di bidang religius.

“Rencana kita akan membuka program studi Pendidikan Agama Islam,” tegasnya.

Prof. Yahya juga bercerita tentang diskusinya dengan Ustad Abdul Somad terkait kebutuhan pendidikan agama bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah perbatasan. Ia mengatakan UBT ingin berkontribusi lebih besar untuk kebutuhan tersebut. “Anak-anak TKI kita di perbatasan terus coba kita sentuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Gratis, Gubernur Zainal Lobi Harga Tiket Pesawat Tanjung Selor-Balikpapan

Lebih jauh, Prof. Yahya menjelaskan beberapa mahasiswa UBT telah dikirim ke Filipina untuk mengikuti program magang internasional, khususnya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Program ini diharapkan meluas ketika PAI dibuka.

Ia berharap mahasiswa PAI nantinya dapat membantu sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri, terutama di Malaysia dan Filipina. “Mahasiswa kita ada beberapa yang ke Filipina untuk proses magang,” imbuhnya.

Selain akademik, Ia menegaskan perlunya penguatan karakter mahasiswa, terutama dalam menghadapi dunia kerja dan tantangan global. Prof. Yahya menekankan kemampuan akademik hanyalah salah satu faktor dalam keberhasilan seseorang. Menurutnya, kreativitas, keberanian, dan attitude memiliki porsi lebih besar.

“Menurut survei, ijazah akademik itu hanya mempengaruhi 10 sampai 20 persen, selebihnya itu soal kreativitas dan attitude,” paparnya.

Baca Juga :  WFH Jumat ASN Kaltara Diklaim Tekan Biaya Operasional Kantor

UBT, lanjut Prof. Yahya, terus menguatkan konsep kampus dengan tagline entrepreneurship university. Ia berharap seluruh mahasiswa UBT dapat tumbuh menjadi generasi inovatif dan berani mengambil peluang.

Ia menegaskan pendidikan karakter dan kreativitas harus berjalan seiring dengan pengembangan akademik. “Saya berharap poin-poin ini bisa terus diperkuat,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah penguatan program studi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta fokus pada pembentukan karakter, UBT menargetkan menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah perbatasan.

Prof. Yahya memastikan seluruh upaya ini merupakan bagian dari perjuangan panjang untuk meningkatkan kontribusi UBT bagi masyarakat lokal maupun diaspora Indonesia di negara tetangga.

“Sesuai tagline kita, entrepreneurship university. Walaupun kita ada di perbatasan, tapi kreativitas kita tidak terbatas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *