benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dengan menggandeng organisasi masyarakat (ormas) sebagai mitra strategis.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan penyuluhan dan diskusi bertema “Peran Ormas dalam Pencegahan dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba” yang digelar di Gedung Moderasi FKUB, Jalan Pulau Irian, Kelurahan Skip, Tarakan, Ahad (10/8/2025).
Mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos, menegaskan pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya memerangi narkoba.
“Kita perlu sinergi nyata dari semua elemen masyarakat, khususnya ormas, agar pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat berjalan efektif,” jelasnya.
Robby menjelaskan, peran ormas sangat vital karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di akar rumput. Menurutnya, ormas dapat menjadi agen edukasi yang menyampaikan pesan bahaya narkoba secara berkelanjutan.
“Ormas punya daya jangkau dan kepercayaan publik yang kuat, ini harus kita manfaatkan untuk mengedukasi dan mengingatkan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan Pemprov Kaltara telah menyiapkan berbagai program pendukung, termasuk pelatihan kader ormas, penyediaan materi kampanye, dan dukungan teknis lainnya.
“Kami ingin ormas tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menjadi pelaku aktif dalam upaya pencegahan,” katanya.
Kegiatan ini, lanjutnya, bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga forum diskusi untuk merumuskan strategi bersama. “Di sini kita mendengarkan masukan, bertukar pengalaman, dan mencari solusi yang bisa diterapkan langsung di lapangan,” ujarnya.
Pemprov Kaltara menilai penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap kualitas generasi muda dan ketahanan keluarga. “Dampaknya merusak masa depan, karena itu kita harus bergerak bersama sebelum terlambat,” lanjutnya.
Selain pemberian materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif agar peserta dari berbagai ormas dapat memahami langkah konkret yang bisa dilakukan.
“Kami ingin setiap peserta pulang dengan bekal pengetahuan dan rencana aksi yang jelas,” tambahnya.
Robby berharap kolaborasi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan dan tidak berhenti pada acara seremonial. “Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama yang konsisten, bukan hanya saat ada kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Yogi Wibawa







