benuanta.co.id, TARAKAN – Suasana penuh semangat menyelimuti perairan Pelabuhan Perikanan (Tengkyu II), saat Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum secara resmi membuka Turnamen Balap Speedboat bertajuk Gubernur Kaltara Cup 2025, pada Ahad (3/8/2025).
Acara ini diikuti oleh 43 pembalap dari 13 tim, termasuk peserta dari luar daerah Kaltara seperti Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan total hadiah Rp120 juta.
Dalam sambutannya, Gubernur Kaltara menekankan turnamen ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk nyata dari semangat maritim yang harus terus dibangkitkan di provinsi paling bungsu di Kalimantan ini.
“Sebagai daerah yang dikelilingi laut, sudah sewajarnya kita menjadikan laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga ruang budaya dan sportivitas,” jelasnya, Ahad (3/8/2025).
Gubernur menilai penyelenggaraan turnamen ini menunjukkan masyarakat Kaltara, khususnya nelayan, memiliki potensi besar untuk membangun identitas kelautan yang kuat. Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat, termasuk generasi muda, yang mulai menaruh perhatian pada olahraga air.
“Nelayan kita tidak hanya tangguh di laut, tapi juga bisa menunjukkan keahlian dan keberanian dalam kompetisi seperti ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa memperkuat solidaritas masyarakat pesisir, serta menjadi media untuk mengangkat potensi daerah yang selama ini belum tergali maksimal.
“Ini bukan hanya lomba, tapi cermin dari harapan besar kita membangun Kaltara sebagai provinsi maritim yang mandiri dan berkarakter,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi penggunaan perlengkapan keselamatan oleh para peserta. Menurutnya, budaya keselamatan harus dibiasakan sejak dini agar menjadi bagian dari keseharian masyarakat laut.
“Kita tidak boleh anggap remeh soal keselamatan. Di event ini, semua peserta memakai helm, jaket pelampung, dan itu contoh baik yang harus diteruskan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Nelayan Letta (FNL), Mustafa, mengonfirmasi hampir semua peserta lomba adalah nelayan aktif. Ia menilai turnamen ini menjadi wadah edukasi yang efektif.
“Ketika kita bicara tentang nelayan, permasalahannya kompleks. Tapi lewat lomba ini, mereka bisa belajar langsung pentingnya keselamatan di laut,” katanya.
Ia menambahkan turnamen ini juga membangkitkan semangat kebersamaan antar-nelayan lintas daerah. “Pesertanya dari Kalimantan Utara, bahkan ada dari Balikpapan. Jadi bukan hanya soal menang-kalah, tapi bagaimana ini menjadi ruang silaturahmi dan berbagi pengalaman,” ujarnya.
Menurut Mustafa, FNL merancang lomba ini tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai jembatan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat laut. “Kalau selama ini nelayan kurang diperhatikan, sekarang mereka punya panggung sendiri. Harapan kami, ini bisa jadi agenda tahunan dengan dukungan penuh dari pemerintah,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan Pemerintah Provinsi Kaltara dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini.
“Dukungan dari Pemprov dan HNSI sangat penting. Tanpa mereka, kegiatan sebesar ini tidak mungkin bisa terlaksana,” tuntasnya.
Ajang balap speedboat ini pun disambut meriah oleh warga Tarakan dan sekitarnya yang datang menonton langsung di sepanjang bibir pelabuhan. Suara deru mesin, tepuk tangan penonton, serta kibaran bendera di atas perahu menjadi bukti bahwa masyarakat sangat antusias menyambut hiburan berbasis budaya lokal.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, organisasi nelayan, dan masyarakat, Gubernur Kaltara Cup 2025 tidak hanya menjadi ajang balapan semata, tetapi juga titik tolak kebangkitan semangat maritim Kaltara yang lebih inklusif, berdaya saing, dan membanggakan. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Yogi Wibawa







