Disnakertrans Kaltara: Tidak Ada Pemindahan Warga dari Jawa di 2025

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), menegaskan program transmigrasi yang berjalan di tahun 2025 di wilayah Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan adalah murni transmigrasi lokal bukan transmigrasi antar provinsi khususnya dari Jawa.

Kepala Disnakertrans Kaltara, H. Asnawi menuturkan pada tahun ini, transmigrasi yang berjalan di Bulungan hanya untuk masyarakat sekitar. Tidak ada warga dari Pulau Jawa yang didatangkan.

Penegasan ini disampaikan menyikapi isu yang beredar soal adanya rencana pemindahan warga dari Jawa ke Kaltara. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar, sebab hingga saat ini, tidak ada permintaan dari kabupaten manapun untuk menerima transmigran dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa.

“Masing-masing kabupaten itu yang mengusulkan. Kami dari provinsi hanya fasilitasi. Tahun ini, hanya Bulungan yang mengajukan transmigrasi lokal, jadi semuanya warga Bulungan sendiri,” ujarnya, Kamis, (31/7/2025).

Dalam pelaksanaan program, Pemprov Kaltara hanya bertugas sebagai fasilitator. Sementara pelaksanaan teknis berada di tangan pemerintah kabupaten. Ia mengatakan pihaknya hanya menyambungkan kebutuhan dari kabupaten ke kementerian seperti bantuan peralatan pertanian, pembangunan perumahan, dan lainnya dibiayai oleh pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga :  Operasi Hari Ketiga, Dua Korban Long Boat Tenggelam di Tana Tidung Belum Ditemukan

Kabupaten Bulungan sendiri memiliki 13 Satuan Pemukiman (SP) aktif yang tersebar di berbagai wilayah. “Masyarakat yang ditempatkan itu diprioritaskan yang ber-KTP Bulungan. Misalnya dari Tanjung Selor atau desa-desa sekitar SP10,” imbuhnya.

Ia menuturkan, transmigrasi sekarang tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari Jawa ke luar Jawa. “Kalau dulu tujuannya mengurangi kepadatan penduduk. Sekarang tujuannya membangun kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan transmigran. Prioritasnya pada pembangunan dan ekonomi lokal, serta kolaborasi masyarakat,” paparnya.

Ia juga menjelaskan lima program unggulan transmigrasi yang dijalankan oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo:
* Transmigrasi Tuntas: Memberikan kepastian hukum atas tanah transmigrasi.
* Transmigrasi Lokal: Memberdayakan masyarakat lokal dan kawasan transmigrasi.
* Transmigrasi Patriot: Mahasiswa terlibat dalam riset dan kegiatan sosial ekonomi.
* Transmigrasi Karya Nusantara: Kolaborasi antarsektor pembangunan.
* Transmigrasi Gotong Royong: Sinergi dengan investor dan pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Satu Korban Long Boat Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia

Asnawi menekankan, transmigrasi saat ini bersifat pilihan. Ia juga meminta masyarakat memahami substansi program sebelum melakukan aksi penolakan.

“Kalau ada aksi, tanyakan dulu substansinya. Karena transmigrasi hari ini bukan soal pemindahan penduduk luar. Yang berjalan di Bulungan adalah untuk masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)

Sebagai informasi kawasan Transmigrasi Salimbatu di Kabupaten Bulungan ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi prioritas nasional. Luas wilayah transmigrasi ini mencapai 22.742,43 hektare dengan jumlah penduduk sebanyak 57.380 jiwa (40 persen transmigran warga lokal, 60 persen transmigran dari luar Kaltara).

Kawasan ini terdiri dari beberapa satuan permukiman (SP) yaitu:
* UPT Tanjung Buka SP 1
* UPT Tanjung Buka SP 2
* UPT Tanjung Buka SP 3
* UPT Tanjung Buka SP 4
* UPT Tanjung Buka SP 5
* UPT Tanjung Buka SP 5A
* UPT Tanjung Buka SP 6
* UPT Tanjung Buka 6B
* UPT Tanjung Buka SP 7
* UPT Tanjung Buka SP 8
* UPT Tanjung Buka SP 9
* UPT Tanjung Buka SP 10
* UPT Sepunggul

Baca Juga :  Salat di Saf Belakang, Gubernur Zainal Ingatkan Kesetaraan dalam Ibadah

Selain Salimbatu, kawasan transmigrasi Sei Menggaris di Kabupaten Nunukan juga menjadi perhatian. Wilayah ini ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi prioritas kementerian dengan luas mencapai 109.697,26 hektare dan jumlah penduduk sebanyak 48.008 jiwa (40 persen transmigran warga lokal, 60 persen transmigran dari luar Kaltara).

Kawasan Sei Menggaris terdiri dari beberapa satuan permukiman sebagai berikut:
* SP 1 Sebuku
* SP 2 Sebuku
* SP 3 Sebuku
* SP 4 Sebuku
* SP 1 Sei Menggaris
* SP 2 Sei Menggaris
* SP 5 Sebakis

Sejak era 1970-an hingga awal 2000-an, Kalimantan Utara telah menjadi lokus utama transmigrasi. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi pengembangan transmigrasi meliputi:

* Kabupaten Bulungan: Salimbatu, Tanjung Buka, Tanjung Selor Hilir, Pimping, Jelarai Selor, Sajau, Sajau Hilir
* Kabupaten Nunukan: Sei Menggaris, Sebuku, Tulin Onsoi, Srinanti, Sebakis
* Kabupaten Tana Tidung: Sambungan Selatan, Tana Lia, Sesayap, Buong Baru, Menjelutung, Linuang Kayam
* Kabupaten Malinau: Tanjung Keranjang

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *