Dinkes Kaltara Dorong Edukasi hingga Wilayah Terpencil

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyoroti rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses terbatas. Melalui program edukasi kesehatan. Dinkes berkomitmen untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan yang akurat dan bermanfaat.

Kepala Dinkes Kaltara, Usman, menjelaskan bahwa literasi kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan medis, tetapi juga kemampuan untuk menyaring dan menggunakan informasi tersebut secara bijak dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

“Literasi kesehatan itu pada dasarnya adalah kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan informasi kesehatan dalam pengambilan keputusan, baik untuk pencegahan, pengobatan, maupun pemeliharaan kesehatan diri,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Baca Juga :  Salat di Saf Belakang, Gubernur Zainal Ingatkan Kesetaraan dalam Ibadah

Ia menilai, rendahnya pemahaman ini masih menjadi tantangan besar, khususnya di daerah terpencil. Banyak warga yang belum memahami informasi kesehatan yang disampaikan, sehingga kerap mengambil keputusan yang kurang tepat, seperti menunda pengobatan, menggunakan pengobatan alternatif tanpa dasar ilmiah, atau tidak mengikuti anjuran medis.

“Di lapangan, kami masih menemukan masyarakat yang kurang memahami informasi dari tenaga kesehatan, baik soal gizi, imunisasi, hingga penyakit menular,” lanjut Usman.

Baca Juga :  Alami Penurunan Target Investasi, DPMPTSP Kaltara: Masih Tertinggi di Regional 5

Faktor akses informasi yang terbatas juga menjadi hambatan utama. Wilayah-wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan seringkali tidak memiliki akses internet, media informasi, ataupun tenaga medis yang memadai.

“Kami sadar bahwa tak semua masyarakat punya akses ke internet, media cetak, atau tenaga kesehatan secara langsung. Oleh karena itu, edukasi secara langsung dan pendekatan komunitas menjadi solusi yang kami dorong,” tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Dinkes Kaltara terus menggencarkan program penyuluhan langsung kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Dinkes melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga tenaga pendidik di sekolah-sekolah untuk menjadi agen literasi kesehatan.

Baca Juga :  Produksi Padi Kaltara Naik Tajam pada 2025

Usman menegaskan bahwa upaya meningkatkan literasi kesehatan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas, sangat dibutuhkan.

“Peran serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap kesehatannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *