‎Spekulasi Dugaan Kebocoran SIAKAD UBT Diduga dari Akun Admin yang Diretas

benuanta.co.id, TARAKAN – Spekulasi dugaan kebocoran data Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Universitas Borneo Tarakan (UBT) bermunculan.

‎Mahasiswa Jurusan Teknik Komputer, Muhammad Rizky, menyebut kebocoran tersebut diduga berasal dari akun dalam kategori Admin yang berhasil diambil alih oleh pihak tak bertanggung jawab.

‎“Kita akui saja memang ini dari SIAKAD, dan kenyataan kalau ada akun Admin yang diambil alih untuk mengakses biodata setiap mahasiswa,” jelasnya, Senin (21/7/2025).

‎Ia menambahkan hanya akun dari grup Admin yang memiliki akses penuh ke data seluruh mahasiswa lintas fakultas. Rizky menegaskan kategori pengguna (group) dalam sistem SIAKAD UBT menentukan tingkat akses.

‎“Bahkan sekedar grup ‘AkademikFakultas’ yang dimiliki TU kita hanya bisa mengakses data mahasiswa internal fakultas masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Satu Korban Long Boat Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia

‎Hal ini memperkuat dugaan hanya akun dengan level admin yang mungkin digunakan untuk mencuri data lintas fakultas. Dalam keterangannya, Rizky juga menyampaikan saran teknis kepada pihak kampus agar segera melakukan audit log pada sistem SIAKAD.

‎“Server SIAKAD kita menggunakan Apache sebagai back-end web app. Kalau mau lihat trafik jaringan atau perangkat mana saja yang bersentuhan dengan SIAKAD, silakan cek ke lokasi ini: /var/log/apache dan /var/log/apache2,” paparnya.

‎Ia menyebut, dari log tersebut bisa ditelusuri IP address serta URL yang diakses, termasuk waktu login akun yang mencurigakan. Rizky bahkan mengaku telah menemukan tiga akun admin yang login dengan interval waktu anomali.

‎“Perlu clue? Barusan saya check dan temukan ada tiga akun Admin yang login dengan interval waktu anomali,” terangnya.

Baca Juga :  Open House Gubernur Kaltara Jadi Momentum Perkuat Keamanan dan Kerukunan Masyarakat

‎Ia juga mengimbau agar mahasiswa tidak terlalu sering mengakses SIAKAD agar log penting tidak tertimpa.

‎“Setelah mengamankan akun kalian, tolong jangan banyak akses ke SIAKAD. Cuma nambah beban memori dan berpotensi menghapus log sistem terdahulu,” tukasnya.

‎Di sisi lain, pihak kampus melalui kanal resmi Instagram @ubt.official masih menyampaikan pernyataan yang cenderung berhati-hati terkait dugaan kebocoran ini. Dalam salah satu komentarnya, akun resmi universitas menuliskan,

‎“Kami belum bisa memberikan pernyataan terkait hal ini, namun dari informasi yang beredar yang menyebut kebocoran SIAKAD apakah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya? Tim IT masih menelusuri dan akan disampaikan update secara berkala,” tulis dalam pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga :  Hari Keenam Pencarian ABK SB Habibi di Sungai Sesayap

‎Meski begitu, pihak kampus tetap merespons dengan langkah pencegahan. Dalam unggahan berjudul [WASPADA], UBT menyampaikan telah terjadi peningkatan aktivitas penipuan melalui telepon yang menyasar mahasiswa.

‎“Sesuai dengan laporan yang masuk kepada pihak kampus, adanya peningkatan aktivitas yang dianggap sebagai penipuan melalui telepon yang ditargetkan kepada mahasiswa. Maka mimin himbau agar meningkatkan kewaspadaan,” tulis akun @ubt.official.

‎Pihak kampus juga menyarankan empat langkah utama untuk pencegahan: selalu verifikasi melalui saluran resmi kampus, tidak memberikan informasi pribadi melalui telepon, berdiskusi dengan keluarga sebelum bertindak, serta melaporkan nomor mencurigakan ke pihak berwajib.

‎“Kami mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan,” tuntasnya. (*)

‎Reporter: Eko Saputra

‎Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *