benuanta.co.id, NUNUKAN — Dalam upaya mengendalikan inflasi dan menekan angka kemiskinan serta stunting di Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Pasar Ikan Murah di Alun-Alun Nunukan pada Ahad, 13 Juli 2025.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, mengingat harga ikan yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Perbedaan harga mencapai Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram, dengan jenis ikan yang dijual meliputi ikan layang, bandeng, dan berbagai jenis ikan konsumsi lainnya.
Nur Aini (35), warga Nunukan Timur, mengatakan pasar ikan murah ini sangat membantu kebutuhan dapur sehari-hari, apalagi di tengah harga bahan pokok yang semakin mahal.
“Biasanya saya beli ikan bandeng tanpa duri bisa sampai Rp 45 ribu per kilo, di sini murah. Lumayan banget untuk ibu rumah tangga seperti saya,” ujarnya.
Menurut Aini, kualitas ikan yang dijual juga segar karena langsung dari pengepul, harganya juga lebih murah.
Sementara itu, Selamat, mengapresiasi inisiatif pemerintah yang tak hanya fokus pada stabilisasi harga, tapi juga memperhatikan gizi keluarga.
“Anak-anak butuh asupan protein yang baik. Kalau harga ikan turun seperti ini, kami bisa beli lebih banyak untuk stok di rumah,” jelasnya.
Kepala Bidang Budidaya PDS dan PSDKP, pada Dinas Perikana dan Kelautan Provinsi Kaltara, Hasan Basri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam merespons faktor penyebab inflasi di Nunukan, yang salah satunya adalah kenaikan harga ikan layang dan bandeng.
“Berdasarkan pantauan kami, komoditas ikan layang dan bandeng merupakan penyumbang inflasi di Nunukan. Oleh karena itu, pasar ikan murah ini menjadi salah satu strategi untuk menekan lonjakan harga tersebut,” ujar Hasan.
Ia menambahkan bahwa seluruh ikan yang dijual di pasar murah ini langsung didatangkan dari para pengepul, bukan dari pengecer. “Kita minta kepada pengepul agar harga yang diberlakukan di pasar ikan murah ini adalah harga grosiran, bukan eceran,” jelasnya.
Kegiatan serupa sebelumnya pernah dilakukan di Nunukan, namun hanya fokus pada ikan bandeng. Tahun ini, cakupannya diperluas untuk mencakup berbagai jenis ikan, guna memberikan pilihan lebih luas bagi masyarakat.
Untuk tahun ini, pemerintah kaltara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27 juta untuk mendukung pelaksanaan pasar ikan murah tersebut. (*)
Reporter:Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







