benuanta.co.id, TARAKAN – Wilayah Kalimantan Utara diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang cenderung mendung dan hujan ringan hingga sedang selama tiga hari ke depan.
Forecaster BMKG Tarakan, Muhammad Reza, menejelaskan meskipun langit terlihat banyak berawan, potensi hujan deras hanya terjadi di beberapa titik pada malam hari.
Ia mengatakan kondisi ini diperkirakan akan bertahan hingga hari berikutnya, terutama pada siang hari.
“Untuk saat ini daerah Kalimantan Utara itu diselimuti banyak awan, namun bukan awan hujan. Jadi cenderung mendung,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Sabtu (12/7/2025).
Namun, perubahan cuaca terjadi menjelang malam. Reza menyebut pada malam hari wilayah Tarakan, Bulungan, dan Malinau diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
“Khusus wilayah Kabupaten Tana Tidung, malam harinya berpotensi hujan sedang sampai lebat,” ujarnya.
Cuaca dengan hujan ringan juga diperkirakan masih akan berlangsung dari malam hingga pagi hari di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Menurut Reza, intensitas hujan di malam hingga pagi hari akan relatif stabil.
“Wilayah Kalimantan Utara cenderung mengalami hujan ringan pada malam sampai pagi hari,” katanya.
Untuk hari kedua, prakiraan cuaca tidak jauh berbeda. Kalimantan Utara berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang merata di lima kabupaten dan kota.
“Hari kedua itu pola cuacanya masih relatif sama, potensi hujan ringan sampai sedang masih mendominasi,” ungkapnya.
Sementara itu, pada hari ketiga, diprediksi hujan ringan sampai sedang kembali terjadi, namun tidak disertai dengan fenomena cuaca ekstrem.
Reza memastikan tidak ada pengaruh dari faktor global maupun regional dalam perubahan cuaca ini. “Tidak ada pengaruh dari faktor global maupun regional, ini murni faktor lokal seperti angin,” tuturnya.
Ia menjelaskan kategori intensitas hujan yang digunakan merujuk pada jumlah curah hujan per hari. Hujan ringan berkisar antara 0,5 hingga 20 mm per hari, sedang antara 20 sampai 50 mm, dan hujan lebat atau ekstrem mencapai 50 sampai 100 mm per hari.
Reza mengingatkan hujan yang terjadi terus-menerus tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti tanah longsor akibat tanah yang jenuh.
“Untuk saat ini, hitungan per harinya belum masuk kategori ekstrem,” tambahnya.
Sementara itu, untuk wilayah perairan Kalimantan Utara, kondisi relatif tenang dan tidak membahayakan aktivitas pelayaran. Reza menyebut bahwa tinggi gelombang masih berada di bawah 1,25 meter karena tidak ada gangguan cuaca besar.
“Kalimantan Utara ini diapit antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan, jadi cenderung rendah untuk tinggi gelombangnya,” paparnya.
Namun, ia mengingatkan jika muncul gangguan tropis seperti siklon di sekitar Filipina, maka angin kencang dan gelombang tinggi bisa terjadi.
“Kalau ada siklon di sekitar perairan, misalnya dekat Filipina, itu bisa menimbulkan gelombang tinggi karena tolak anginnya mempengaruhi wilayah perairan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







