benuanta.co.id, BULUNGAN – Upaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia untuk jangka panjang, Presiden Joko telah membuat program Food Estate. Dimana program ini dilakukan terintegrasi karena didalamnya mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan.
Tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), program food estate ini juga mulai dikembangkan. Walaupun Provinsi Kalimantan Tengah dinilai gagal, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tetap akan menjalankan program tersebut walau tidak masuk dalam daftar prioritas nasional.
“Potensi food estate di sini cukup besar, bahkan kemarin kita minta untuk diinventarisir kembali daerah seperti di Bulungan, Malinau, Nunukan,” ujar Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP kepada benuanta.co.id, Rabu, 11 Oktober 2023.
Kata dia, dengan program ini peluang untuk menghidupkan ekonomi rakyat, pasalnya keuntungan program food estate juga sangat besar. Bahkan lahan-lahan diberbagai wilayah di Kaltara masih luas.
“Ini semua ada kaitannya dengan kebijakan dari pusat sampai ke daerah,” jelasnya.
Walaupun begitu alam sangat mempengaruhi berhasilnya program ini, jika wilayah itu rentan terjadi bencana alam maka program ini tidak dapat berjalan dengan baik. Contohnya Kabupaten Malinau dan Nunukan beberapa wilayahnya terdampak banjir.
“Banjir itu pasti ada pengaruh terhadap food estate, buktinya yang terjadi di Malinau luasan area pertanian yang terendam itu saya lihat per kecamatan ada yang 100 persen terendam. Tapi keseluruhan ada 80 persen,” sebutnya.
Sehingga dengan kejadian ini sektor pertanian di Malinau cukup terganggu, tidak hanya itu area untuk peternakan juga terendam. Begitu juga dengan sektor perikanan banyak yang merugi lantaran ikan banyak lepas.
“Oleh sebab itulah saya minta kemarin kepada dinas pertanian supaya pro aktif turun ke lapangan menginventarisir memetakan situasi supaya ada kerangka kerja yang mengatasi kemungkinan yang terjadi di Kaltara,” paparnya.
Dirinya juga meminta peran aktif masyarakat tidak hanya menunggu saja, namun terlibat bersama kepala desa, kecamatan hingga kabupaten untuk bekerja agar ancaman paceklik tidak terjadi di lapangan.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







