benuanta.co.id, Bulungan – Adanya fenomena El Nino menyebabkan suhu bumi meningkat lebih hangat, hal ini menyebabkan kondisi kering yang berlebihan sehingga saat adanya orang yang melakukan pembakaran lahan jika tidak terkontrol maka menyebabkan kebakaran yang dapat meluas.
Hal itu terpantau dibeberapa titik di Kabupaten Bulungan akhir-akhir ini terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dengan kondisi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) pun mengimbau kepada masyarakat ketika membuka lahan untuk pertanian agar lebih berhati-hati.
“Kita bersyukur dalam tahun ini intensitas kebakaran sudah sangat menurun sekali, dampaknya tidak ada lagi pembakaran ladang yang terlalu luas,” ucap Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP.
Hanya saja saat ini, masyarakat diminta agar lebih memiliki kesadaran saat membakar lahan, supaya dijaga ketat. Agar lebih terkontrol lagi harus melakukan pelaporan kepada aparat desa, aparat penegak hukum dan pihak terkait lainnya.
“Saat membakar ladang lihat juga situasinya, kalau dalam kearifan lokal membakar ladang itu ada aturannya. Kita harap masyarakat sadarlah dan jagalah jangan sampai tidak memperhatikan kondisi apalagi musim kemarau ini,” tuturnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelum saat karhutla menyebabkan kabut asap yang luas, sehingga menjadi isu nasional. Hal inilah yang tidak diinginkan oleh Pemprov Kaltara.
“Bersyukur sudah menurun tidak ada lagi kabut asap yang berlebihan. Tapi kita tetap harus waspada,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Kasmudi menuturkan terkait karhutla ini pihak Polda Kaltara dan jajarannya telah melakukan antisipasi.
“Kita sudah melakukan rapat bersama seluruh jajaran polres, terkait langkah-langkah antisipasi yang akan dilakukan saat ada kebakaran hutan dan lahan,” terang Kasmudi.
Pantauannya tidak hanya lahan saja yang mudah terbakar, namun juga ada kebakaran rumah seperti yang terjadi di Kota Tarakan pada hari Ahad 6 Agustus 2023 kemarin.
“Kebakaran rumah itu di Bulungan ada 2 kejadian, terakhir di Tarakan,” sebutnya.
Dia menyebutkan untuk pemadaman yang dapat dilakukan masyarakat, Polda Kaltara akan menyontoh pemadaman yang dilakukan di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.
“Nanti mungkin kita akan mengacu yang ada di Banjarmasin, di sana punya pemadam hanya membawa mesin genset,” paparnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







