Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026 yang tinggal menghitung hari, umat Islam di Kota Tarakan diimbau untuk mempersiapkan diri secara lahir batin serta menjaga ketertiban hingga keharmonisan sosial selama bulan penuh berkah tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan, Drs. KH. Abdul Samad Lc, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur karena umat Islam kembali dipertemukan dengan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan. Ia menegaskan momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan,” ungkapnya, Ahad (15/2/2026).

Ia menuturkan, masyarakat perlu menyambut Ramadan dengan persiapan spiritual yang matang, termasuk memperbanyak taubat serta mempererat hubungan antar sesama. Persiapan tersebut dinilai menjadi bagian penting agar ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Baca Juga :  DPRKPP Tarakan Proses 32 Unit Program Bedah Rumah APBD

“Kami mengajak seluruh umat Islam untuk memperbanyak taubat, saling memaafkan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar menjaga kekhusyukan selama Ramadan dengan menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Ia menilai berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum harus dihindari.

“Kami mengimbau agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum seperti keributan, balap liar, petasan berlebihan maupun kegiatan yang bernuansa maksiat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti operasional Tempat Hiburan Malam (THM) dan aktivitas sejenis yang dinilai perlu disesuaikan selama Ramadan. Penyesuaian tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian bulan suci sekaligus menjaga situasi kota tetap kondusif.

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

“Kami mengimbau agar THM dan aktivitas sejenisnya dapat ditutup sementara atau menyesuaikan operasionalnya selama bulan Ramadan,” imbaunya.

Di sisi lain, ia turut mengingatkan para pedagang makanan dan minuman agar tetap menjaga etika dalam berjualan selama Ramadan. Penyesuaian waktu dan tempat berjualan dinilai penting untuk menjaga toleransi antar masyarakat.

“Kami mengimbau para pedagang agar menghormati waktu dan tempat dalam berjualan serta tetap menjaga etika dan toleransi antar sesama warga,” lanjutnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antar umat beragama selama Ramadan. Menurutnya, bulan suci tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta memperkuat persatuan dan kerukunan antar umat beragama,” ucapnya.

Baca Juga :  DKPP Tarakan Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Idulfitri Aman, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ramadan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak kegiatan berbagi dan sedekah.

“Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kaum dhuafa,” ujarnya.

Ia berharap Ramadan tahun ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat serta mampu membentuk pribadi yang lebih baik. Harapan tersebut juga diiringi ajakan agar masyarakat bersama-sama menjaga suasana kondusif selama bulan suci berlangsung.

“Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi Kota Tarakan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *