benuanta.co.id, BULUNGAN — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Utara pada 2025 tercatat mencapai 74,04. Angka ini naik 0,63 poin atau 0,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada level 73,41.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, Mas’ud Rifa’i mengatakan peningkatan IPM tahun ini menunjukkan perbaikan pada seluruh dimensi pembentuknya. “Kenaikan IPM ini mencerminkan membaiknya kualitas hidup masyarakat Kaltara secara keseluruhan, terutama pada aspek standar hidup layak,” ujarnya. Sabtu (6/12/2025).
Selama periode 2020–2025, IPM Kaltara tercatat tumbuh rata-rata 0,84 persen per tahun. Mas’ud menyebut tren positif ini menunjukkan konsistensi pembangunan manusia di Kaltara.
Pada dimensi kesehatan, angka umur harapan hidup bayi yang lahir pada 2025 mencapai 73,68 tahun, atau meningkat 0,11 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun naik dari 13,21 tahun menjadi 13,31 tahun. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas juga tumbuh dari 9,35 tahun menjadi 9,44 tahun.
“Peningkatan HLS dan RLS menunjukkan adanya perluasan akses pendidikan sekaligus bertambahnya lama pendidikan yang ditempuh masyarakat,” kata Mas’ud.
Di sisi lain, dimensi standar hidup layak mencatat kenaikan paling signifikan. Rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan pada 2025 meningkat sebesar Rp371 ribu atau tumbuh 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mas’ud menambahkan, peningkatan ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat Kaltara ikut membaik. “Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi mampu dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan pengeluaran riil,” ujarnya.
BPS Kaltara menyebutkan pihaknya akan terus memantau perkembangan indikator pembangunan manusia untuk memastikan arah kebijakan daerah semakin tepat sasaran. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







