Israel minta pesawat Ethiopian Airlines putar balik karena pilot WNI

Istanbul – Sebuah penerbangan Ethiopian Airlines dari Addis Ababa ke Tel Aviv diminta putar balik oleh Israel setelah diketahui salah satu pilotnya merupakan warga negara Indonesia (WNI), menurut laporan media Israel.

Dilaporkan Channel 12, Senin, pesawat tersebut sudah mengudara selama satu jam, meski masih berada di wilayah udara Ethiopia, ketika diminta putar balik oleh otoritas Israel.

Laporan tersebut menyampaikan kewarganegaraan sang pilot telah ditandai intelijen Israel dan otoritas bandara, sehingga otoritas keamanan dan transportasi Israel memutuskan menolak penerbangan tersebut mendarat di Israel.

Baca Juga :  Trump: Sudah Waktunya Ukraina "Pilih Presiden Baru"

Pesawat tersebut kembali ke Addis Ababa, kemudian sang pilot WNI diganti dengan pilot lain, sebelum lepas landas lagi dan mendarat sesuai tujuan awal di Tel Aviv.

Ethiopian Airlines mengakui ada kesalahan terkait insiden tersebut karena mereka tak menyadari pilot WNI tersebut dilarang terbang ke Israel.

Channel 12 juga mengatakan otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.

Baca Juga :  KBRI Riyadh Imbau WNI semakin Waspada di Tengah Konflik Saudi-Houthi

Pembatasan tersebut berlaku bagi pilot dari Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.

Belum ada tanggapan dari pemerintah Ethiopia maupun Indonesia atas insiden tersebut.

Insiden tersebut terjadi setelah upaya pembajakan pesawat FlyDubai dalam penerbangan Dubai-Tel Aviv pada 30 September.

Kejaksaan Uni Emirat Arab berkata bahwa dalam insiden tersebut, seorang kopilot berkebangsaan Oman berupaya merebut kendali pesawat dan menabrakkannya ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Baca Juga :  Koalisi Cegat Rudal Houthi Targetkan Wilayah Barat Daya Arab Saudi

Pembajakan tersebut berhasil digagalkan oleh penumpang dan awak yang lain, dan pesawat tersebut mendarat darurat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.

Sumber: Anadolu/Antara