“KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi dalam media sosial Instagram pada Jumat.
Dalam imbauan situasi keamanan tertanggal 9 Oktober tersebut, KBRI Riyadh mengimbau para WNI untuk tetap berada di lokasi yang aman serta mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat.
Para WNI di Arab Saudi juga diarahkan untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.
Adapun terkait keselamatan penerbangan, KBRI Riyadh mengingatkan WNI untuk selalu mengkonfirmasi status penerbangan mereka kepada maskapai bersangkutan sebelum melakukan perjalanan ke bandar udara.
Apabila para WNI di Arab Saudi menghadapi situasi darurat yang memerlukan bantuan segera, mereka dapat menghubungi nomor darurat 911 apabila berada di Riyadh, Mekah, Madinah, dan Provinsi Timur, atau 998 apabila bermukim di wilayah lainnya di Arab Saudi.
Jika diperlukan, WNI juga bisa menghubungi KBRI Riyadh melalui saluran hotline +966-56-917-3990.
Ketegangan di Timur Tengah mengalami eskalasi akibat meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis.
Menurut laporan Xinhua, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terbaru oleh Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi, kata otoritas Arab Saudi pada Rabu (7/10).
Kelompok Houthi Yaman mengkonfirmasi telah melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap sejumlah bandara dan lokasi militer di kerajaan tersebut.
Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi barat daya dan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).
Seluruh korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sementara kedua fasilitas itu mengalami kerusakan, jelas otoritas tersebut.
Sumber : Antara







