“Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’ itu, tak lama lagi Anda akan merindukan harga bensin menjadi 4-5 dolar AS,” kata Qalibaf dalam sebuah unggahan di platform X.
Qalibaf, yang merupakan ketua delegasi Iran dalam pembicaraan dengan AS di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) itu, juga melampirkan tangkapan layar yang menunjukkan harga bensin di SPBU dekat Gedung Putih berkisar antara sekitar 4,10 dolar AS (Rp70 ribu) dan 5,80 dolar AS (Rp99 ribu) per galon.
Unggahan tersebut tampaknya menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang pada Minggu (12/4) mengatakan bahwa harga minyak dan bensin dapat tetap tinggi hingga pemilihan paruh waktu November karena perang AS-Israel dengan Iran terus berlanjut.
“Bisa jadi, atau sama, atau mungkin sedikit lebih tinggi; tetapi seharusnya sekitaran sama,” kata Trump kepada Fox News.
Unggahan Qalibaf itu mendahului pengumuman Komando Pusat AS (CENTCOM) bahwa mereka akan mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin.
Perkembangan itu terjadi setelah putaran terakhir pembicaraan Iran dan AS di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Negosiasi pada akhir pekan lalu, yang dimediasi Pakistan, berakhir setelah beberapa putaran diskusi dan pertukaran proposal gagal menghasilkan terobosan.
Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan perbedaan utama yang belum terselesaikan, di mana keduanya mengisyaratkan bahwa upaya diplomatik lebih lanjut masih akan diperlukan.
Pembicaraan di Islamabad itu merupakan bagian dari upaya lebih luas di bawah aksi gencatan senjata dua pekan yang rapuh untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Sumber: Anadolu / Antara







