Iran: Serangan dari pangkalan AS di negara tetangga tak dapat diterima

Erbil – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan yang dilancarkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga tidak akan dapat diterima dalam keadaan apa pun.

Pezeshkian menyatakan hal itu saat melakukan pembicaraan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, Rabu (11/3), menurut media Pemerintah Iran.

Siaran Republik Islam Iran melaporkan bahwa kedua pemimpin tersebut bertelepon membahas perkembangan regional di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta potensi dampak internasional dari operasi militer itu.

Baca Juga :  Iran Tegaskan tak Ada Ruang untuk Diplomasi

Pezeshkian mengatakan Iran menghargai hubungannya dengan negara-negara tetangga. Namun, ia memperingatkan serangan-serangan yang berasal dari pangkalan AS yang terletak di wilayah tersebut.

“Setiap serangan, yang diluncurkan dari pangkalan militer AS di wilayah negara-negara kawasan, tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Merujuk pada serangan sebelumnya di Kota Minab, Iran bagian selatan, Pezeshkian mengatakan pada awal perang brutal ini telah terjadi serangan terhadap sebuah sekolah di Minab yang mengakibatkan gugurnya 168 siswa.

Baca Juga :  Iran Kecam Rancangan Resolusi DK PBB yang Bela AS, Israel

Pezeshkian juga mengomentari laporan mengenai insiden di Port of Salalah. Menurut dia, aksi yang dilakukan militer Iran hanya menargetkan lokasi yang secara langsung terlibat dalam serangan terhadap negaranya.

“Penyelidikan menyeluruh pasti akan dilakukan terkait insiden ini,” ucapnya.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, serta lebih dari 150 siswi sekolah.

Baca Juga :  Trump akan Lanjutkan Operasi Militer di Iran Hingga Misi Selesai

Teheran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer milik Amerika.

Sumber: Anadolu / Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *