benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Utara pada Oktober 2025 mencapai 2,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,74.
Dari dua daerah yang menjadi acuan, Tanjung Selor mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,50 persen dengan IHK 107,40, sementara Nunukan mencatat inflasi terendah sebesar 1,68 persen dengan IHK 109,08.
Kenaikan harga di Kaltara dipicu oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 2,59 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 2,91 persen; serta kesehatan mengalami lonjakan tertinggi mencapai 8,46 persen.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,92 persen), pendidikan (0,92 persen), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,79 persen), serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 11,08 persen.
Namun, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks (deflasi). Kelompok pakaian dan alas kaki turun sebesar 0,09 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,41 persen, transportasi turun 2,13 persen, dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan turun 0,10 persen.
Sementara itu, tingkat deflasi month to month (m-to-m) di Kalimantan Utara pada Oktober 2025 tercatat 0,08 persen, dengan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,91 persen.
Pergerakan ini menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali di wilayah Kaltara, meski beberapa komoditas utama, terutama di sektor kesehatan dan kebutuhan rumah tangga, masih memberikan tekanan inflasi di tingkat daerah. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







