Cegah Karhutla BPBD Nunukan Imbau Warga Tak Bakar Lahan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menemukan aktivitas pembakaran lahan saat melakukan patroli rutin di wilayah Mansapa, sekitar pukul 17.31 WITA, Senin (26/1/2026).

Temuan tersebut berawal dari terlihatnya gumpalan asap tebal oleh salah satu personel di lokasi patroli. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa pembakaran dilakukan oleh masyarakat setempat untuk membuka lahan sawah yang akan digunakan untuk penanaman padi, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Baca Juga :  Musrenbang Sebatik Timur Jadi Wadah Aspirasi Empat Desa untuk Pembangunan 2027

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel BPBD langsung memberikan arahan dan imbauan kepada pemilik lahan agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Hal ini dilakukan mengingat potensi risiko kebakaran yang dapat meluas serta dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ketua Tim BPBD Kabupaten Nunukan, Idrus Efendi mengingatkan pembukaan lahan dengan cara membakar dapat melanggar ketentuan yang berlaku, terutama pada kondisi cuaca kering yang rawan menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas, Polres Nunukan Tingkatkan Patroli di Area Pelabuhan

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, sebab pembakaran sangat berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan,” ujar Idrus Efendi, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, timnya akan terus melakukan patroli dan pendekatan persuasif kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan kebakaran di wilayahnya Kabupaten Nunukan.

Idrus menambahkan bahwa, BPBD Kabupaten Nunukan menekankan pentingnya pengelolaan lahan pertanian yang bijak dan menggunakan metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan guna mencegah terjadinya bencana kebakaran.

Baca Juga :  Percepatan Program KDKMP, Kecamatan Sebatik Terima Hibah Lahan 

“Kita juga melihat dari kondisi cuaca yang masuk pada musim kemarau yang situasinya sangat panas beberapa hari, maka perlunya kewaspadaan didalam proses pembukaan lahan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Soni Irnada

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *