benuanta.co.id, NUNUKAN– Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustadz Dato’ H. Moh. Nassuruddin bin H. Daud, berkunjung ke SMA Islam Terpadu (SMAIT) Ibnu Sina Kabupaten Nunukan, pada Sabtu (24/1/2026).
Kunjungan tersebut bermaksud membahas peluang pertukaran pelajaran Indonesia- Malaysia.
YAB Menteri Besar Kelantan, YAB Dato’ Panglima Perang Ustadz Dato’ H. Moh. Nassuruddin bin H. Daud menyampaikan, lawatan ke Nunukan berawal dari kunjungan kerja ke Tawau, Sabah.
“Kedekatan geografis serta adanya lembaga pendidikan Islam yang dikelola Yayasan Ibnu Sina ini sangat penting, sehingga saya datang langsung untuk bersilaturahmi,” kata Nassaruddin.
Ia menyampaikan, ketertarikan dan apresiasinya terhadap konsep pendidikan Ibnu Sina yang mengintegrasikan keilmuan intelektual dan nilai spiritual sebagai satu kesatuan. Menurutnya, model pendidikan seperti ini sangat relevan untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Bahkan, dalam kunjungan tersebut juga membahas rencana kerja sama konkret, minimal dalam bentuk pertukaran pelajar Indonesia–Malaysia dan penguatan jejaring sekolah Islam di masa depan.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina, Muhammad Nasir mengatakan, kunjungan ini merupakan momentum penting penguatan hubungan pendidikan Islam antarnegara.
“Yayasan Ibnu Sina mengelola pendidikan Islam terpadu dari TPA hingga SMA dengan total peserta didik sekitar 1.200 siswa. Khusus SMAIT Ibnu Sina, saat ini terdapat 76 siswa dengan sistem boarding dan full day,” kata Nasir.
Ia menyampaikan, meskipun fasilitas dan jumlah siswa SMAIT masih terbatas, sekolah tersebut memiliki visi besar dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Nasir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta apresiasi YAB Menteri Besar Kelantan terhadap lembaga pendidikan di Kabupaten Nunukan. Ia berharap, silaturahmi ini tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret.
“Kami sangat berharap ke depan ada tindak lanjut, minimal dalam bentuk pertukaran pelajar, pertukaran pengalaman pendidikan, serta penguatan jejaring sekolah Islam antara Kelantan dan Nunukan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







