Kasus TBC di Nunukan Meningkat 42 Persen, Anak-anak Jadi Kelompok Rentan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Nunukan meningkat sepanjang 2025.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan, Miskia menerangkan, saat ini jumlah kasus TB di Nunukan mencapai 545 kasus.

“Rinciannya, 100 kasus di antaranya terjadi pada anak-anak, termasuk bayi di bawah dua tahun (baduta). Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 378 kasus TB,” sebut Miskia.

Dikatakannya, kasus TBC di tahun 2025 ini berasal dari semua kelompok usia. “Sekarang data anak sudah kita pisahkan, dan ternyata jumlahnya cukup tinggi,” katanya.

Ia meminta agar masyarakat tidak mengabaikan gejala batuk yang berlangsung lama, terutama pada anak-anak. Ia menjelaskan, menurut petugas kesehatan, masih banyak orang tua yang menganggap batuk pada anak sebagai hal biasa.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Jaring 55 Pelajar Bekeliaran di Jam Malam

“Biasanya orang tua mengira batuk itu karena minum es atau batuk biasa. Akhirnya tidak dibawa periksa,” katanya.

Padahal, batuk yang tidak kunjung sembuh perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. “Sekarang ini, batuk tiga hari saja sudah harus diperiksa, jangan sampai dibiarkan, karena kalau itu TB, penularannya cepat,” tegasnya.

Miskia menyampaikan, TBC pada anak sering kali berawal dari penyakit lain seperti pneumonia. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, barulah diketahui anak tersebut positif TBC.

Baca Juga :  DPRD Beri Solusi Atasi Kelebihan Guru Olahraga di Beberapa SD di Nunukan

“Awalnya bisa pneumonia, lalu setelah diperiksa DCM atau tuberculin, ternyata positif BTA. Jadi banyak faktor penyebabnya,” jelasnya.

Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan juga mencatat sebanyak 2.816 orang terduga TB, namun setelah dilakukan pemeriksaan, 545 orang dinyatakan positif TB dan masuk dalam data kasus.

“Kalau hasilnya positif, langsung masuk ke data kasus. Jadi angka 545 ini sudah termasuk 100 kasus TB anak,” ujarnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan kasus TBC di Nunukan cukup signifikan, kenaikannya sekitar 42 persen. Anak-anak justru yang sekarang banyak terdeteksi. Menurutnya, sebagian besar kasus TBC pada anak disebabkan oleh penularan dari orang tua atau anggota keluarga yang tinggal serumah.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas, Polres Nunukan Tingkatkan Patroli di Area Pelabuhan

“Rata-rata anak yang terkena TB karena ada penularan dari orang tua, apalagi kalau imunnya anak rendah, penularannya sangat cepat,” katanya.

Faktor lain yang memengaruhi penularan TBC adalah kondisi lingkungan tempat tinggal, seperti rumah yang padat, ventilasi kurang, serta minim cahaya matahari. Sebagai upaya pencegahan, Pemkab Nunukan terus melakukan pengobatan rutin bagi penderita TBC serta edukasi kepada keluarga.

“Tentunya kita berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini, penularan TB dapat ditekan dan kesehatan keluarga tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *