benuanta.co.id, NUNUKAN – Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan terus berupaya mengatasi krisis air yang selama ini kerap dikeluhkan oleh masyarakat.
Kasubag Bagian Produksi, Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Muhammad Amin mengatakan untuk mengatasi krisis pemerintah telah melakukan upaya jangka pendek dendeng melakukan pengerukan di sejumlah embung yang ada di Pulau Nunukan.
“Untuk tahun ini kita melakukan pengerukan di dua embung yakni Embung Bilal dan Embung Binusan yang kita mulai September lalu. Untuk pengerukan Embung Binusan alhamdulillah sudah selesai saat ini kita lagi progres Embung Bilal,” kata Amin kepada benuanta.co.id, Senin (18/11/2024).
Amin mengatakan, untuk pengerukan Embung Bilal telah mulai dilaksanakan beberapa hari lalu. Yang mana, progres pengerukan nya kini sudah mencapai 30 persen.
Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa pengerukan Embung Bilal ini akan selesai dikerjakan pada akhir tahun ini.
“Untuk sejauh ini, kendala pengerukan itu karena air di Embung Bilal masih tinggi. Jadi kami serba salah juga. Kalau kami turunkan air akan berdampak pada pelayanan air,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk pengerukan Embung Bolong masih belum dapat dilakukan pengerukan untuk tahun ini. Hal itu karena Embung Bolong masuk kawasan hutan lindung, sehingga harus mengurus proses perizinan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengerukan.
Meski dalam proses pengerukan, namun Amin mengaku jika untuk ketersediaan air baku di sejumlah embung di Nunukan masih mencukupi hingga akhir tahun ini.
“Berdasarkan prediksi dari BMKG Nunukan sampai akhir tahun ini masih musim hujan. Jadi untuk ketersediaan stok air baku masih mencukupi,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Yogi Wibawa