Ditikam di Leher, Tenaga Honorer di Nunukan Tewas

benuanta.co.id, NUNUKAN – Seorang pria di Nunukan diduga ditikam hingga meninggal dunia di Jalan Tanjung, RT 25, Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan pada Selasa, 25 Juni 2024 dini hari.

Dari hasil penelusuran benuanta.co.id, korbannya adalah Yohanes Sutoyo (44) warga Jalan Pembangunan, Kelurahan Nunukan Barat yang diketahui merupakan staf bagian Prokompim Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan.

Berdasarkan keterangan Alim Bahri (62) yang merupakan tetangga korban, kejadian naas itu diduga terjadi sekira pukul 02.30 WITA.

“Jadi subuh tadi sekira pukul 03.00 WITA, salah satu anak tiri korban ini datang kerumah ketuk-ketuk pintu. Cuman saya tidak hiraukan karena saya kira dia mau panggil anak saya untuk joging. Tapi setelah itu anak saya teriak bilang pak bapaknya si Danil dipotong. Jadi kami semua lari ke rumahnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nekat Selundupkan Sabu dalam Kemasan Teh, IRT Ini Berujung Penjara

Saat itu, korban sudah dalam keadaan baring bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian leher, namun korban masih dalam keadaan sadarkan diri.

“Kami takut mau sentuh korban, tapi masih sadar jadi saya langsung hubungi pak RT untuk lapor ke polisi,” ucapnya.

Alim mengatakan, dari keterangan istri korban, setelah ditikam korban sempat berdiri dan membangunkan istrinya yang tidur bahwa ada orang datang ke rumah lalu menikamnya.

“Kita tahunya korban ini honor di Kantor Bupati. Kalau istrinya sudah lama tinggal di sini, sedangkan si korban ini baru kurang lebih sekitar 2 tahun tinggal di sini dan mengaku telah menikah siri dengan istrinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tersandung Kasus Pelanggaran Keimigrasian, Dua WNA Malaysia Divonis Penjara

Namun, di lingkungan tersebut korban dan istrinya diketahui tertutup dan jarang berbaur dengan para tetangga.

“Korban ini datang kalau malam saja, pagi jalan lagi. Tapi istrinya bilang mereka sudah menikah tapi kita tidak tauh juga pastinya seperti apa. Karena mereka jarang sekali berbaur,” tuturnya.

Saat kejadian, di dalam tersebut hanya ada korban, istri dan ketiga anak tirinya. Alim mengaku tidak mengetahui siapa pelaku penikaman tersebut. Ia juga mengaku di sekitar rumah tersebut ketika malam hari gelap sehingga tidak ada warga mengetahui siapa-siapa saja yang melintas atau masuk ke dalam rumah korban.

Baca Juga :  Iraw Ajang Pererat Silaturahmi Suku Tidung di Empat Serumpun

Sementara itu, terpantau di TKP sudah dipasang garis polisi dan personel Unit Reskrim Polsek Nunukan Tengah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan alat-alat bukti.

Terpisah, Kapolsek Nunukan, IPTU Disco Barasa mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku penikaman.

“Personel kita masih lakukan penyelidikan di lapangan,” terang Barasa. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2654 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *