Sebanyak 100.000 Warga Berunjuk Rasa Tuntut Pemilu Dini di Israel

Tel Aviv – Sekitar 100.000 pengunjuk rasa berkumpul pada Minggu (31/3) malam di Yerusalem dekat gedung parlemen untuk menuntut diberlakukannya pemilihan umum lebih awal di Israel dan dilakukannya kesepakatan segera guna membebaskan sandera di Jalur Gaza.

Unjuk rasa ini menjadi yang terbesar di Yerusalem sejak awal konflik antara Hamas dan Israel pada Oktober lalu, menurut laporan portal berita Ynet pada Minggu.

Baca Juga :  PM Netanyahu; Israel akan Membalas Iran Dengan Bijak Bukan Emosional

Surat kabar Jerusalem Post melaporkan bahwa para pengunjuk rasa mengajukan tiga tuntutan utama – pemilu dini sebelum peringatan serangan Hamas terhadap Israel, kesepakatan mengenai sandera dan diakhirinya reses parlemen yang diumumkan baru-baru ini.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1997 votes

Para pengunjuk rasa mengatakan parlemen harus terus berfungsi sampai para sandera dibebaskan dan ribuan warga Israel yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik kembali ke rumah mereka, tambah laporan itu.

Baca Juga :  Biden Peringatkan Netanyahu 'Berpikir Hati-hati' Sebelum Tanggapi Iran

Para pengunjuk rasa memblokir jalan dan bentrok dengan polisi, lapor surat kabar itu.

Sebelumnya pada Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pemilihan umum dini di Israel akan melumpuhkan negaranya dan bakal membekukan proses negosiasi untuk pembebasan sandera.

Sumber: Sputnik / Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *